Wali Kota Madiun Pimpin Prosesi Pemindahan Makam Pendiri IKSPI Kera Sakti
Reporter
Muhammad Nasir
Editor
Yunan Helmy
20 - Oct - 2022, 04:12
JATIMTIMES - Kota Madiun yang dikenal sebagai Kota Pendekar memiliki beberapa aliran pencak silat. Keanekaragaman aliran pencak silat yang tumbuh berkembang itu semakin menumbuhkan nilai-nilai toleransi masyarakat Kota Madiun.
Hal itu juga terlihat saat keluarga besar Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti menghasilkan kesepakatan bersama untuk memindahkan makam guru besar mereka, HR. Totong Kiemdarto, dari makam Sobrah Moyo di Kelurahan Nambangan Lor ke kompleks padepokan IKSPI Kera Sakti di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun.
Puluhan warga ikut memberikan penghormatan atas pemindahan makam guru besar IKSPI Kera Sakti tersebut.
Baca Juga : Wali Kota Madiun Pimpin Prosesi Pemindahan Makam Pendiri IKSPI Kera Sakti
Tampak Wali Kota Madiun Maidi hadir memimpin prosesi pemindahan jenazah di Jalan Merpati 45 yang merupakan rumah almarhum Totong beserta keluarga sekaligus lokasi padepokan pertama IKSPI Kera Sakti.
Dalam prosesi tersebut, orang nomor satu di Kota Pendekar itu mengenang kembali kedekatannya bersama almarhum Totong. "Saya dekat dengan beliau karena rumah kami berdekatan," tutur Maidi.
Menurut wali kota, pendiri IKSPI Kera Sakti tersebut merupakan orang yang berdedikasi terhadap padepokan silatnya. Karena itu, wali kota mengimbau agar warisan yang ditinggalkan Totong bisa dilanjutkan oleh generasi penerus IKSPI Kera Sakti.
Dalam kesempatan itu, wali kota juga berpesan kepada anggota IKSPI Kera Sakti untuk senantiasa mendoakan almarhum. "Kini makamnya lebih dekat dengan padepokan. Semoga doa-doa terus mengalir untuk beliau," kata Maidi.
Baca Juga : Wali Kota Madiun Pimpin Prosesi Pemindahan Makam Pendiri IKSPI Kera Sakti
Sementara itu, Ketua Umum IKSPI Kera Sakti Bambang Sunarja menuturkan bahwa pemindahan makam telah mendapatkan izin dari keluarga almarhum Totong. "Dengan pemindahan ini, harapannya guru besar kami mendapatkan makam yang lebih layak," pungkas Bambang.
