Gempa di Jatim Meningkat, Ada 226 Kejadian di Pertengahan Mei
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
15 - May - 2026, 08:00
JATIMTIMES - Aktivitas gempa bumi di wilayah Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada periode pertengahan Mei 2026. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang, pada periode hingga 14 Mei 2026 tedapat 226 kejadian gempa bumi.
"Pada periode tanggal 8 sampai dengan 14 Mei 2026 terjadi 226 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya," ungkap Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso kepada JatimTIMES, Jumat (15/5/2026).
Baca Juga : Kapan Batas Akhir Potong Kuku sebelum Iduladha 2026? Catat Tanggal dan Hukumnya bagi Pekurban
Ricko menjelaskan, kejadian gempa bumi hingga periode pertengahan Mei 2026 tersebut paling banyak terekam pada 13 Mei. Yakni dengan jumlah 61 kejadian gempa bumi.
Sedangkan kejadian gempa bumi paling sedikit terekam pada 8 Mei dengan jumlah 16 kejadian. "Magnitudo terbesar pada periode ini adalah M 4.03 dan magnitudo terkecilnya yaitu M 1.09," imbuhnya.
Ricko menyebut, kejadian gempa bumi disebabkan oleh adanya aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal. "Pada periode ini terdapat 180 kejadian gempa bumi dangkal, 45 kejadian gempa bumi menengah dan satu kejadian gempa bumi dalam," bebernya.
Gempa bumi dangkal ialah gempa yang terjadi di kedalaman pada rentang antara 0-60 kilometer dari permukaan laut. Sedangkan gempa bumi menengah ialah kedalaman gempa pada rentang 60-300 kilometer.
Sementara gempa bumi dalam ialah gempa yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut. Sehingga tidak semua kejadian gempa bumi dapat dirasakan secara langsung oleh manusia.
Baca Juga : Libur Panjang Mei 2026, Jatim Park Group Hadirkan 3 Wahana dan Hiburan Baru
"Pada bulan ini tidak terdapat kejadian gempa bumi yang dirasakan," ujarnya.
Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, kejadian gempa bumi pada periode pertengahan Mei 2026 tersebut mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.
"Pada periode 1-7 Mei 2026 terjadi 179 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya," pungkasnya.
