Menteri Sosial, Khofifah Indar Prawansa, ketika mengunjungi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota, Sumenep, Sabtu (9/1/2016). (foto: busri toha/maduratimes)
Menteri Sosial, Khofifah Indar Prawansa, ketika mengunjungi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota, Sumenep, Sabtu (9/1/2016). (foto: busri toha/maduratimes)

Kedatangan Menteri Sosial, Khofifah Indar Prawansa, mendapatkan sambutan hangat dari warga di Kabupaten Sumenep. Bahkan, ketika dia mengunjungi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota, tidak sedikit warga yang datang hanya untuk bersalaman dan minta foto bersama.

Pantauan MADURATIMES, Khofifah tidak segan-segan masuk ke rumah warga yang cukup sederhana penerima PKH. Dia berbincang-bincang dengan penerima program tersebut. Bahkan, dalam perbincangan itu, terlihat berkali-kali Khofifah mengusap air matanya yang menetes.

Namun, tidak diketahui alasan pasti mengapa mantan Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI (2004-2006) itu mengusap air matanya.

”Apakah ada potongan terhadap dana yang diberikan ibu?,” tanya Khofifah kepada salah satu penerima PKH di Kelurahan Bangselok Kecamatan Kota Sumenep.

Menurutnya, program tersebut tidak boleh ada potongan dan harus diterima secara utuh oleh warga yang berhak menerimanya. Sebab, itu adalah bagian dari program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Dikatakan, PKH harus tepat sasaran. Jika masih terdapat penerima yang salah sasaran, maka yang perlu dipertanyakan adalah pendamping dari PKH tersebut. ”Program ini merupakan bagian dari proses dari pemandirian. Kalau sudah mendapatkan PKH selama 4 tahun, maka dalam proses-proses selanjutnya, kelurga tersebut harus sudah menjadi keluarga mandiri,” pungkasnya. (*)