Barista cantik bernama Gabriella K Fernanda yang membuat dunia perkopiaan semakin memesona (Instagram Gabriella)
Barista cantik bernama Gabriella K Fernanda yang membuat dunia perkopiaan semakin memesona (Instagram Gabriella)

Kedai atau cafe kopi kini bukan sekedar mendominasi perkotaan saja. Di berbagai daerah pun, keberadaan kedai kopi tumbuh begitu masif. 

Maraknya kedai kopi juga membuat keberadaan para barista mulai bertumbuhan di berbagai tempat ngopi anak muda. Bahkan, para barista yang dulu didominasi para lelaki sejak tahun 2010, terus digeser dengan lahirnya para cewek cantik di profesi ini. 

Bermodal keahlian menyeduh biji kopi plus dengan paras serupa artis ternama, serbuan barista cewek semakin membuat aroma kopi semakin memikat. 

Gabriella mirip Raisa,  barista yang membuat dunia maya terguncang karenanya (Ist)

Di kedai kopi Dua Coffe di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan, para pecinta kopi akan dibuat terlena dengan kehadiran barista berwajah mirip Raisa ini. Barista berwajah cantik blasteran Manado-Belanda-Jawa berusia 26 ini bernama Gabriella K. Fernanda.  

Penampilannya yang stylish dalam balutan apron khas barista, telah memukau dan mencuri perhatian pecinta kopi yang berkunjung. Bahkan dunia maya pun terguncang dengan barista jelita yang mencintai kopi dan kuliah di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Prof. Dr. Moestopo, Senayan, Jakarta.

Dinna barista Malang berhijab (dok Jatim Times)

Di Malang, barista cantik bernama Dinna Dwi Rahayu pun memulai profesinya dengan jatuh cinta terlebih dahulu terhadap kopi. Berawal sering kumpul bersama para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Brawijaya, dari tempat ngopi satu ke tempat ngopi yang lain. Membuatnya jatuh cinta pada kopi.  

Dari warung kopi lah Dinna mengenal dunia perkopian sampai akhirnya tertarik menjadi seorang barista. 

Chris Barista Malang yang juga pendamping petani kopi (Ist)

Setali tiga uang. Kecintaan Chris, sapaan akrab mantan pegawai notaris yang kini menjadi barista di coffeshop Malang, ini terhadap kopi tak lagi diragukan. Bagi barista cantik ini, kopi ibarat nyawa keduanya. Kopi begitu hidup dalam diri Chris

Ketertarikan Chris semakin menjadi. Bukan hanya berpuas jadi barista, dirinya bersama rekan sejiwa dalam kopi melakukan program pendampingan petani kopi di wilayah Gunung Arjuna. 

Suatu kebanggaan jika kita bisa menyajikan secangkir kopi dengan racikan tangan kita sendiri yang disukai oleh peminumnya.

Senyum manisnya akan berkembang saat kopi racikannya membuat peminumnya puas. Pun, saat kopi yang diraciknya membuat petani kopi tertawa bahagia. 

Evani Jesslyn melepas karier cemerlang di USA untuk jadi Barista (Ist)

Evani Jesslyn, lebih gila lagi dalam perjalanannya menjadi barista. Gadis kelahiran 18 Agustus 199,  jebolan University of California, Berkeley ini rela meninggalkan pekerjaannya sebagai Auditor di Amerika hanya untuk kopi. 

Kecintaannya terhadap kopi yang membuat pemegang Sertifikat Barista dari Specialty Coffee Association of America dan Speciality Coffee Association of Europe mampu menyisihkan 300 peserta dari berbagai negara dalam ajang pertunjukan bakat Internasional Barista dan Farmer di Brasil tahun 2016.

Barista cantik lainnya adalah Elsa Avitiara Pradhini, barista di Java Dancer Coffee, Kota Malang. Memulai dari ketidaksukaan terhadap kopi,  Elsa kini cinta mati terhadap si biji hitam ini. 

Berbagai ilmu dan teknik mengolah si biji hitam ini pun terus ditekuninya. Cintanya mahasiswa semester tujuh STIE Malangkucecwara (Kampus ABM) ini pun berbuah manis. Dia meraih juara II dalam lomba antarbarista yang diikuti peserta dari Malang Raya dan Surabaya.