Foto Cah Tulungagung saat berkumpul bersama teman-temannya (Foto : Anang Basso/TulungagungTIMES)
Foto Cah Tulungagung saat berkumpul bersama teman-temannya (Foto : Anang Basso/TulungagungTIMES)

Selain kota seribu kafe dan kota Cethe, percakapan orang (wong) Tulungagung ternyata punya ciri yang keren.

Biasanya saat memanggil orang lain, di kota sepatu Malang dan Surabaya selalu terdengar memakai imbuhan "Rek" yang artinya sama seperti "Sob" dari kata Sobat.

Nah, Tulungagung punya bahasa sendiri yaitu "Cah" untuk memanggil teman atau orang lain.

Contoh yang pasti akan sering didengar saat kita berada di tengah percakapan di kota marmer ini, ketika memanggil orang untuk berkumpul, "Cah, ayo dolan rene" yang berarti "Rek, ayo main ke sini". "Cah, arep nengendi?," ini jika di Malang sama dengan "Rek, kate nandi,"

Kata Jian

Kata "Jian" ini memiliki arti sama saja dengan "Sangat". Jika di Malang atau Surabaya, jika menggambarkan sesuatu yang sangat besar, maka kita sering mendengar "Gedi banget rek,".

Di Tulungagung, kata Jian ini sering diartikan sesuatu yang membuat orang terpana, sehingga kata dibelakang ikut menjadi kata yang khas. Contoh, Jian Gueeediii, Jian Muooontook, Jian Uaaadoh (jauh sekali) Jian Kuoooclokk (Gila Banget) dan lainnya

Sering berkata "Mendah"

Kata "Mendah?" di Tulungagung punya arti yang sama dengan kata "Ih, Masa sih?". Kata ini seolah-olah menanyakan apakah suatu kejadian benar seperti yang disangkakan.

"Kim udah nikah lho", maka orang Tulungagung yang tidak percaya dengan berita bahwa Kim sudah menikah akan merespon dengan "Mendah?".

Kata ini bukan sanggahan, namun lebih menegaskan bahwa si penanya tidak percaya dan dalam lubuk hatinya memang berpikir negatif bahwa sesuatu tidak mungkin bisa terjadi.

Kata "Peh" tanda kecewa dan Kesal

Kata "Peh" ini biasanya untuk mengungkapkan kekesalan terhadap suatu hal yang dirasa tidak sesuai harapan. Misalkan, menunggu orang tapi tidak jadi datang, antri minyak di POM terlalu lama dan kesal.

Kata Peh ini mirip artinya dengan "Yaah" dalam Bahasa Indonesia untuk mengungkapkan kekecewaanya.

Suto : "Timnas Indonesia dikalahne Brunei Lho cah,"

Noyo : "Peh, Peh yo iso kalah to

"Hooh Iye"

Sebenarnya ini sama makna dengan Really? Beneran? Tapi beda dengan Mendah. Kata ini lebih menegaskan bahwa yang bertanya tidak percaya dengan apa yang dikatakan lawan bicaranya, maka "Ho-oh ye?" adalah kalimat pertanyaan dimana si penanya memang benar-benar tidak tahu benar tidaknya suatu hal.

Frasa ini sebenarnya terdiri dari dua kalimat. "Ho-oh" yang berarti "iya" dan "ye" yang berarti "kah". Maka "Ho-oh ye?" maknanya ialah "iyakah?" atau dalam bahasa Indonesia berarti "Beneran?" atau "Really" dalam Bahasa Inggris.

Contohnya:

Hanifah : Giman udah nikah lho

Joko : Ho-oh ye? (iya kah?)

Hanifah : Ho-oh (iya)

Kata lain sebenarnya masih banyak yang menjadi ciri khas Wong Tulungagung ini, namun jika di suatu daerah lain masih menggunakan khas seperti itu, maka tanyakan padanya apakah anda Orang Tulungagung? Tunggu saja jawabnya, Aku sih Yes..