Petugas saat melakukan pembersihan saluran melalui bak kontrol. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Petugas saat melakukan pembersihan saluran melalui bak kontrol. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Meluapnya air di saluran drainase yang sering terjadi di Kota Malang disebabkan berbagai faktor. Selain karena curah hujan yang juga cukup tinggi, luapan  juga dipicu sampah-sampah rumah tangga hingga material keras yang sengaja dibuang masyarakat.

Penyempitan saluran air yang ada juga menjadi salah satu faktor meluapnya air dari saluran. Penyempitan tersebut bisa terjadi akibat sendimentasi ataupun penyempitan yang terjadi akibat pembangunan rumah-rumah warga di atas gorong-gorong.

Namun, dalam upaya pencegahannya, terkadang petugas atau masyarakat sendiri terkendala sulitnya memantau kondisi gorong-gorong yang ada. Sebab, terkadang beberapa gorong-gorong yang ada di kawasan Kota Malang belum memiliki bak kontrol dan manhole cover.

"Jikapun ada, kadang jarak antara bak kontrol satu dengan bak kontrol yang lain terlalu jauh. Ya paling tidak, setiap lima meter ada bak kontrol, dan luasnya minimal bisa dimasuki satu orang sehingga pemantauannya semakin mudah," ungkap Koordinator Satgas DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kota Malang Hari Widodo.

Jika ada banyak bak kontrol,  kondisi saluran dengan mudah diketahui, apakah tersumbat atau tidak. "Jika memang mengalami penyumbatan, kan bisa segera diatasi dan dibersihkan," sambung Hari.

Pihak DPUPR  juga mengharapkan kesadaran dari masyarakat bila memang mengecor di bagian atas saluran air agar selalu diberi bak kontrol.

"Jangan sampai mengecor semua saluran air dengan permanen. Berikan bak kontrol yang jaraknya ideal agar tidak menyulitkan pemantauan. Bak kontrol kan juga bisa berfungsi untuk jalan masuknya air," pungkas Hari.