Sejumlah warga Dusun Pelem, Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, berupaya untuk membuka pintu penahan air guna menghilangkan busa yang menutupi sungai. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Sejumlah warga Dusun Pelem, Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, berupaya untuk membuka pintu penahan air guna menghilangkan busa yang menutupi sungai. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

 Fenomena munculnya busa setinggi 5 meter terjadi secara mendadak di aliran sungai yang terdapat di Dusun Pelem, Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, pada Senin (7/1) malam. 

Dari pantauan di lokasi, pada pukul 19.30 WIB, busa yang kental beraroma sabun ini terlihat menggunung hingga kurang lebih 5 meter dari permukaan air sungai. 

Busa yang berkumpul tepat di Dam penahan air di sungai tersebut ini, menutupi seluruh bagian sungai. Menurut keterangan Ketua RT 02 RW 01, Dusun Pelem, Desa Jatipelem, Kasiyanto, bahwa fenomena munculnya busa di sungai ini diketahui sejak pukul 17.00 WIB. 

"Awalnya seperti busa sabun mas. Lama kelamaan tambah banyak dan meninggi seperti ini," ungkapnya saat diwawancarai. 

Selain itu, ia juga menerangkan bahwa kondisi sungai sebelum adanya fenomena tersebut, kondisinya lama mengering tidak dialiri air. 

Ketika turun hujan sore tadi, lanjutnya, kumpulan busa tersebut tiba-tiba bermunculan. 

"Ini baru pertama kali mas. Ini tadi kan ga ada air, tadi turun hujan. Nah itu tiba-tiba ada busa berbau sabun," terangnya. 

Sementara, diketahui juga lokasi fenomena busa yang terjadi di sungai Dusun Pelem ini berdekatan dengan pabrik pengolahan kelapa. 

Hal tersebut memicu spekulasi warga adanya pencemaran limbah pada sungai. 

Namun, ditegaskan oleh Kasiyanto, bahwa fenomena busa yang terjadi bukanlah berasal dari limbah pabrik pengolahan kelapa, maupun limbah pabrik tahu. 

"Ini bukan limbah kelapa, inu baunya bau sabun," jelasnya. 

Sedangkan, Sabirin (40), selaku pemilik pabrik pengolahan kelapa menerangkan, bahwa fenomena busa yang terjadi di samping usahanya ini bukanlah limbah dari pabriknya. 

Ia mengaku bahwa limbahnya selama ini diambil oleh pihak lain. 

"Saya menegaskan bahwa ini bukanlah limbah kelapa. Kalau limbah kelapa baunya bau kelapa, ini baunya bau sabun. Limbah saya semuanya diambil oleh perusahaan lain, tidak saya buang," ujarnya. 

Diwawancarai terpisah, Kanit Sabhara Polsek Diwek, Haryono, mengatakan bahwa pihak kepolisian akan mengambil sempel dari busa tersebut untuk diteruskan ke Labfor guna mengetahui kandungan dari busa tersebut. 

"Kita ambil sempel dari airnya, nanti kita kirim ke labfor. Ini perintahnya pimpinan seperti itu," tandasnya. 

Ditanya mengenai dugaan awal penyebab adanya busa di sungai tersebut, Haryono belum bisa memberikan keterangan. 

Pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan yang akan dilakukan. 

"Kita tidak bisa memastikan. Ini saya katakan baunya mirip bau sabun. Tapi yang bisa memastikan kan dari labfor nanti," tuturnya. 

Sedangkan untuk upaya menghilangkan busa di sungai tersebut, warga sekitar terlihat melakukan upaya dengan cara membuka pintu penahan air untuk mengalirkan air sungai.(*)