Ilustrasi.(Foto : Liputan 6)
Ilustrasi.(Foto : Liputan 6)

Suparno (48) melaporkan sahabatnya, Purwoko (45),  ke Polres Blitar.  Gara-garanya, sapi milik Suparno mendadak dijual Purwoko tanpa sepengetahuan Suparno.

Awalnya, Suparno mempekerjakan Purwoko untuk merawat sapi jenis Pegon, yang saat itu masih kecil. Sapi itu dirawat agar kelak menjadi besar sehingga sapi itu bisa dijual.

"Ketika sudah besar dan layak dijual, sapi itu dijual sendiri oleh terlapor," terang Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin, Rabu (8/5/2019).

Burhanudin menjelaskan, akibat penggelapan itu, Suparno mengalami kerugian materi senilai Rp 17 juta. 

Proses penggelapan itu bermula saat Suparno membeli sapi jantan jenis pegon pada Desember 2018 lalu. Sapi itu dibeli dari temannya seharga Rp 17 juta.

Suparno meminta terlapor untuk merawat sapinya selama ia bekerja di Surabaya. Apabila sapi sudah besar dan layak dijual, sapi itu bisa dijual.

Empat bulan kemudian, Suparno pulang ke Blitar. Dia mengecek sapi miliknya yang dirawat oleh terlapor. Ketika tiba di rumah terlapor, Suparno dibuat kaget lantaran sapi miliknya sudah tidak ada. 

Sontak Suparno menanyakan keberadaan sapinya itu. Saat ditanya, Purwoko mengaku bahwa sapinya sudah laku dijual. "Dia menanyakan uang hasil penjualan itu kepada terlapor," ungkapnya.

Purwoko pun akhirnya mengaku jika uangnya telah habis untuk membeli sasis mobil. Karena tidak ada iktikad baik untuk mengembalikan, Suparno melaporkan Purwoko ke pihak berwajib.

"Dua barang bukti sudah diamankan. Yakni satu lembar kuitansi penjualan sapi dan dua sasis mobil," kata Burhanudin.