Rumah Wenis yang dibobol malin saat tarawih. (Agus Salam/Jatim TIMES)
Rumah Wenis yang dibobol malin saat tarawih. (Agus Salam/Jatim TIMES)

Akibat ditinggal tarawih, salah satu rumah di Jalan Slamet Riyadi Gang Kelapa RT 01 RW 05, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, dibobol maling. Sebuah jam tangan dan uang tratusan ribu rupiah dibawa kabur.

Polisi masih menyelidiki kejadian Selasa (7/5) sekitar pukul 19.00 tersebut, setelah korban melapor. Malam itu juga, tim identifikasi dan Satreskrim Polres Probolinggo Kota melakukan olah TKP (tempat kajadian perkara). Meski begitu, polresta belum mengetahui identitas dan ciri-ciri serta jumlah pelaku.

Sejumlah wartawan belum memperoleh infomasi dari korban Wenis (46) tentang barang apa saja yang hilang. Sebab, pada Rabu (8/5) siang yang bersangkutan tidak ada di rumah. Sukmawati (46), tetangganya, menyebut korban keluar. Hanya, perempuan yang rumahnya berhadapan dengan rumah korban tersebut tidak tahu tujuannya.

Sukmawati juga tidak tahu barang apa saja yang dibawa kabur pelaku dan jam berapa pelaku melakukan aksinya serta masuk rumah korban. Ia hanya tahu kalau tetangganya tersebut rumahnya kebobolan. “Saya tahunya usai tarawih. Ya, rumah Bu Wani dibobol maling. Enggak tahu apa saja yang hilang, Masuk dari mana, kami juga tidak tahu,” tandasnya.

Diakui, saat tarawih pemukiman kavling tersebut sepi. Mengingat, hamper seluruh warga tarawih di masjid Pohgosong, kelurahan setempat, termasuk Sukmawati dan keluarga. 

Korban yang sudah menjanda, tambah Sukmawati, tarawih bersama dua anaknya. Sedangkan anak sulungnya bekerja di luar jawa. “Jadi, tidak ada orang di rumahnya. Mungkin kelupaan gembok pintu pagarnya,” pungkasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Nanang Effendi tidak banyak berkomentar terkait kasus tersebut. Mengingat, pihaknya masih menyelidiki dan melacak pelakunya. Namun, setelah didesak, Nanang kemudian menyebut, pelaku masuk ke rumah korban dari belakang. “Bobol jendela belakang. Jumlah pelaku belum tahu. Perkiraan lebih dari satu,” ucapnya.

Sementara barang korban yang hilang di antaranya jam tangan dan uang sekitar Rp 400 ribu. Kasat membenarkan, saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal salat tarawih oleh pemiliknya. “Jadi, tidak ada yang tahu saat pelaku beraksi. Padahal masih sore. Ya saat warga tarawih. Memang situasi saat itu sepi,” tandasnya.

Agar kejadian serupa tidak menimpa warga yang lain, Kasat Nanang mengimbau warga untuk memeriksa dan menyimpan barang-berangnya, sebelum meninggalkan rumah. Termasuk mengunci seluruh almari dan pintu rumah. Dan jangan lupa, menggembok dan menutup rapat pintu gerbang pagar. “Memang kavlingannya tidak ada penjaga. Jadi, warga bisa keluar masuk kavlingan tersebut,” pungkasnya.

Agus Salam