Kepala Dusun Kedungsingkil Ashari saat di konfirmasi di kantor desa Karangrejo / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Kepala Dusun Kedungsingkil Ashari saat di konfirmasi di kantor desa Karangrejo / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Pria asal dusun Kedungsingkil Desa Karangrejo Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung Danang Wahyu Kusworo (31) yang merupakan terlapor dugaan korupsi dana Bantuan Sosial Dinas Peternakan Jatim tahun 2017 sudah jarang dirumah. 

Pria yang pernah jadi pendamping desa itu kini memilih kost di desa lain bersama anak dan istrinya.

"Dia sudah lama kos, jarang terlihat pulang. Apalagi setelah masalah itu mencuat tiga bulan lalu," kata Ashari kepala Dusun Kedungsingkil, Rabu (8/05) siang.

Ashari sendiri dalam kasus dugaan korupsi ini mengaku menjadi salah satu pihak yang diperiksa oleh penyidik Tipidkor Polres Tulungagung beberapa waktu sebelumnya.

"Saya pernah mewakili pak Kades diperiksa di tipikor, saya sampaikan yang saya tau pada penyidik," papar Ashari.

Keterangan yang diberikan ke polisi menurut seputar proposal pengajuan Bansos sapi dari Dinas Peternakan  Jatim tahun 2017 yang tidak pernah ada arsip dan register di pemerintahan desa.

"Kata pak Kades, dia minta tanda tangan di rumah. Jadi di kantor tidak pernah ada arsip dan register di kantor," ujarnya.

Dirinya baru tau jika dana cair ketika ada sekelompok orang mengaku LSM datang dan memberi data tentang adanya kegiatan yang tidak dilaksanakan setelah dana dinyatakan cair.

"Setelah itu ada panggilan dari penyidik dan ternyata memang ada dana cair ke Desa ini yang tidak diketahui pemerintah desa," jelas Kasun.

Semenjak diperiksa polisi, Ashari baru tau jika dana dikelola oleh keluarga terlapor Danang. 

"Nama-nama yang di ikutkan dalam proposal hanya dua keluarga, kerabat terlapor," tambah Ashari.

Dua keluarga yang dimaksud hingga kini juga telah dimintai keterangan oleh penyidik Tipidkor termasuk pemerintah desa dan pihak yang dianggap terkait dengan masalah itu.

Sebelumnya, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Tulungagung kembali menemukan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh ketua kelompok masyarakat (Pokmas) Tentrem. 

Pokmas Tentrem sendiri diketuai oleh pria yang bernama Danang Wahyu Kusworo (31) warga dusun Kedungsingkil Desa Karangrejo Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung.

"Terungkap dari pengaduan masyarakat yang kita terima pada bulan Februari dan setelah itu kita lakukan penyelidikan ditemukan unsur tindak pidana korupsi," kata Kasat Reskrim Polres Tulungagung melalui Kanit Tipidkor Iptu Andik Prasetyo, Selasa (07/05) siang.

Lanjut Andik, Masalah tersebut bermula dari penggunaan dana hibah APBD Provinsi Jawa Timur yang telah di berikan SPJ nya dengan nomor 19/012/km.t/3017 tanggal 31 Desember 2017 perihal penggunaan dana hibah 100 juta rupiah.

"Terlapor ini melampirkan nota dan kwitansi fiktif serta tanda tangan yang di palsukan," ungkap Andik.

Kwitansi yang dilampirkan seharusnya untuk pengadaan sapi, namun barang yang dimaksud tidak ada realisasi. 

Ada dana yang dipakai ayahnya yang bernama Almarhum Suyoso sebesar 17 juta rupiah dan digunakan untuk kepentingan pribadi sebesar 23 juta rupiah.

Sedang tanda tangan yang di duga dipalsukan diantaranya adalah milik Kepala Desa Karangrejo, Tanda Tangan Sekcam Boyolangu dan daftar hadir musyawarah. 

"Kita sudah mintai keterangan sebanyak 15 orang, dan masih menunggu hasil audit BPKP," jelasnya.

Program dana hibah yang diterima ini menurut keterangan pelapor didapatkan dari pihak perantara yaitu anggota legislatif, namun untuk membuktikan keterlibatan penyimpangan tersebut diperlukan penyelidikan lebih lanjut 

"Kita masih konsentrasi dengan hasil audit dan dugaan terlapor, untuk yang ke pihak lain ini sulit untuk dibuktikan," paparnya.

Polisi menggunakan Pasal 2, 3 dan 9 Undang-Undang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.