Kubu Prabowo Subianto berencana melakukan people power jika kalah dari rivalnya Jokowi.(Foto : Berita Center)
Kubu Prabowo Subianto berencana melakukan people power jika kalah dari rivalnya Jokowi.(Foto : Berita Center)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar merespons wacana people power yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan. Menurut mereka, people power sama halnya dengan mengadu domba sesama bangsa Indonesia.

Bahkan dengan tegas penolakan disampaikan pengurus MUI KH Ahmad Suudi saat dijumpai awak media Senin (13/5/19).

"Atas nama MUI Kabupaten Blitar kami mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Blitar khususnya umat Islam. Utk dapat menerima hasil Pemilu 2019 dengan iklas serahkan semuanya kepada penyelenggara dalam hal ini KPU," kata KH Suudi.

Dia menjelaskan, agenda people power jika digelar, bakal berdampak serius terhadap persatuan bangsa Indonesia. Dan bisa menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. People power oleh banyak kalangan diyakini merupakan strategi kubu capres-cawapres 02 Prabowo-Sandiaga Uno untuk menggagalkan kemenangan rivalnya pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

"Akan terjadi semacam gesekan antar teman sendiri. People power sama saja dengan mengadu domba antar anak bangsa, sangat mungkin," terangnya.

Beliau juga meminta masyarakat menjaga situasi Kabupaten Blitar khususnya tetap damai.

"Siapapun nanti yang jadi presiden merupakan ketetapan dari Allah dan kita harus menghormatinya, kami sangat berharap kondusivitas tetap terjaga. Tidak sampai terjadi gejolak. Negeri ini harus aman dan damai," ungkapnya.

KH Suudi menilai, agenda people power sebatas bentuk luapan emosi karena tak siap menerima kekalahan di Pemilu 2019. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau warga Kabupaten Blitar agar tak ikut maupun mendukung agenda tersebut.

"Itu hanya luapan emosi saja menurut saya. Belum siap kalah," tandasnya.(*)