Grafik penurunan tingkat kemiskinan di Kota Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Grafik penurunan tingkat kemiskinan di Kota Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan angka kemiskinan Indonesia periode Maret 2019 menjadi 9,41 persen dari periode September 2018 sebesar 9,66 persen. Angka tersebut setara dengan 25,14 juta orang. Sementara di Kota Malang, hingga 2018 terdata masih ada 35 ribu jiwa lebih penduduk miskin.

Berdasarkan data yang dirilis BPS Kota Malang melalui aplikasi MBOIStatS, tampak bahwa tingkat kemiskinan mengalami penurunan selama delapan tahun terakhir. Pada 2010 lalu, angka kemiskinan di kota pendidikan ini mencapai 5,9 persen. Sementara pada 2017 telah turun hingga 4,17 persen dan kembali melandai di angka 4,10 persen pada 2018. 

"Tahun 2018, tingkat kemiskinan Kota Malang terendah kedua se Jawa Timur," ujar Kepala BPS Kota Malang Sunaryo. Sementara, Indeks Kedalaman Kemiskinan yang menggambarkan kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan mencapai 0,55 persen. Pada tahun yang sama, Jawa Timur mencatat tingkat kemiskinan di angka 10,98 persen dengan Indeks Kedalaman Kemiskinan sebesar 1,95 persen.

Seperti diketahui, garis kemiskinan di Indonesia diukur berdasarkan kemampuan memenuhi jumlah minimal kebutuhan pokok makanan yang setara 2.100 kilo kalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan. "Tahun 2018, jumlah penduduk miskin Kota Malang sebesar 35,49 ribu jiwa," tuturnya. 

Secara nasional, BPS merilis bahwa penurunan angka kemiskinan terus terjadi karena berhasilnya program kesejahteraan milik pemerintah. Di antaranya program seperti bantuan sosial hingga bantuan pangan non tunai. Sepanjang September 2018 hingga Maret 2019 terdata ada pengurangan sekitar 800.000 jiwa penduduk miskin. Penurunan kemiskinan ini terjadi baik di desa dan kota. 

Komoditas yang memiliki sumbangan besar terhadap kemiskinan, di antaranya beras, rokok kretek, telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, gula pasir hingga tempe dan tahu. Beras memiliki andil sebesar 20,59 persen terhadap kemiskinan di perkotaan dan 25,97 persen di pedesaan. Kemudian untuk komoditas bukan makanan yang menyumbang ke angka kemiskinan antara lain perumahan, BBM, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.