Bupati Malang HM Sanusi (kiri) saat memberikan sambutan dalam agenda sosialisasi terkait pendataan verifikasi dan validasi data kemiskinan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi (kiri) saat memberikan sambutan dalam agenda sosialisasi terkait pendataan verifikasi dan validasi data kemiskinan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Tahun 2020 mendatang, Bupati Malang HM Sanusi memastikan tidak akan ada lagi masyarakat miskin di Kabupaten Malang. Berbagai langkah yang bakal dilakukan guna menekan angka kemiskinan, diantaranya adalah dengan cara meratakan program pembangunan.

”Upaya untuk mendongkrak perekonomian adalah dengan cara meningkatkan pembangunan, tahun 2020 mendatang seluruh wilayah di Kabupaten Malang terutama yang angka kemiskinannya masih tinggi proses pembangunannya akan lebih diprioritaskan. Targetnya One Village One Destination, One Village One Product,” kata Sanusi saat ditemui di sela agenda sosialisasi terkait pendataan verifikasi dan validasi data kemiskinan, yang diselenggarakan di Bojana Puri, Selasa (30/10/2019) pagi.

Selain meratakan pembangunan, lanjut Sanusi, pihaknya juga bakal mengurangi beban kehidupan rumah tangga yang mengalami kemiskinan. ”Program yang sudah berjalan saat ini, seperti membagikan donasi, pembagian elpiji gratis, hingga berbagai bantuan sosial lainnya akan kita lanjutkan di tahun 2020 mendatang,” sambung Sanusi.

Di sisi lain, dari segi bantuan pasokan air bersih, Sanusi juga bakal mendistribusikan secara geratis kepada warga yang mengalami kemiskinan. Bahkan, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, untuk merealisasi pasokan air bersih secara geratis tersebut.

”Kami sudah melakukan pendataan, hasilnya ada sekitar 10 ribu pelanggan yang masuk kategori miskin. Nantinya bakal kami geratiskan, satu rumah tangga akan mendapat pasokan air geratis sebanyak 1 hingga 10 meter kubik,” terang Sanusi.

Tidak berhenti disitu saja, Sanusi juga sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait guna fokus memberantas angka kemiskinan di tahun 2020 mendatang. Salah satunya, melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Malang.

”Saat ini sudah ada 220 ribu keluarga tidak mampu yang mendapat bantuan 50 ekor ayam joper, kami akan mengajukan lagi ke Dinas Pertanian agar lebih banyak lagi keluarga tidak mampu yang mendapatkan bantuan semacam itu,” ungkap Sanusi.

Guna memastikan berapa jumlah angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Malang, Rabu (30/10/2019) Dinsos (Dinas Sosial) Kabupaten Malang melaksanakan agenda sosialisasi terkait pendataan verifikasi dan validasi data kemiskinan.

”Selama ini Dinsos juga sudah menggalakan PKH (Program Keluarga Harapan). Namun saat ini Dinsos masih melakukan pendataan terkait jumlah pasti warga miskin yang ada di Kabupaten Malang. Tujuannya agar bantuan yang diberikan tidak salah sasaran,” tukas Sanusi.