Kepala Dinsos Kab Blitar Romelan mewakili Bupati membuka Konfercab PMII Blitar ke XVII
Kepala Dinsos Kab Blitar Romelan mewakili Bupati membuka Konfercab PMII Blitar ke XVII

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Blitar Raya menggelar konferensi cabang (konfercab) ke XVII di Ruang Perdana, Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Sabtu-Minggu (2-3/11/2019).

Konfercab dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar mewakili Bupati pada Sabtu (2/11/2019). 

Acara ini diisi dengan seminar kebangsaan dengan tema "Gerakan Pemuda Menuju Indonesia Unggul”. 

Acara dilanjut dengan agenda pemilihan ketua umum periode 2019-2020.

Kontestasi pemilihan ketua umum diramaikan oleh tiga kandidat, yakni Fatkhur Rohman, Amir Mustofa dan Achmad Fikry Hanif. 

Konfercab yang dilaksanakan setahun sekali dihadiri oleh seluruh komisariat PMII dari seluruh kampus di Blitar Raya.

“Konfercab ini merupakan forum dimana kita mencari pemimpin yang bisa menjadi panutan bagi kader-kader PMII,” ungkap Panitia Konfercab PMII, Fatkhur Rohman.

Dikatakannya, sesuai dengan tema konfercab kali ini “Gerakan Pemuda Menuju Indonesia Unggul”, ketua umum baru nanti diharapkan dapat membawa kader PMII bisa menjadi kelompok pemuda unggul di Blitar Raya dan Indonesia.

“Unggul dalam arti unggul dalam segala hal. Potensi yang dimiliki kader bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, semisal di bidang ekonomi kreatif dengan memajukan sektor UKM.

Kemudian di bidang literasi, seperti menulis dan mendorong budaya membaca di masyarakat,” paparnya.

Konfercab PMII Blitar Raya ke XVII dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar Romelan mewakili Bupati. 

Dalam sambutannya, Romelan menegaskan Pemkab Blitar mendukung penuh digelarnya Konfercab ini. 

Mewakili bupati, Romelan menyampaikan pemda sangat berharap mahasiswa agar dapat menjaga keutuhan bangsa dan Negara melalui gerakan sosial yang positif.

“Gerakan mahasiswa harus dikendalikan. Yang mengendalikan siapa?, ya mahasiswa itu sendiri. Jangan sampai mahasiswa dalam bergerak terkena faham-faham radikalisme. Mahasiswa harus bisa memfilter faham radikalisme agar faham ini jangan sampai ada di Blitar Raya dan NKRI. Yang bisa menangkal radikalisme salah satunya ialah mahasiswa,” ujar Romelan.

Romelan juga berharap, ketua umum yang terpilih dari konfercab ini nanti akan bisa menjadi tokoh pemuda yang mengajak kadernya untuk membela bangsa dan Negara dan menjaga kesatuan NKRI (Negara kesatuan Republik Indonesia).

“Mahasiswa ini kalau menyampaikan aspirasi seringkali lewat demo. Demo boleh boleh saja karena ada aturan yang mengatur, tapi demonya harus positif. Tentunya demo yang menyampaikan aspirasi agar direspon oleh pengambil kebijakan. Jangan sampai demonya menyalahi aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Mahasiswa harus bisa mengendalikan, jangan sampai demo itu ditumpangi yang menyebabkan demo itu menjadi tidak bagus,” tandasnya.

Menanggapi ajakan perang dan mencegah radikalisme seperti yang disampaikan Romelan, Fatkhur menegaskan kedepan PMII sebagai organisasi kemahasiswaan dengan jaringan di seluruh Indonesia, akan memerangi radikalisme dimulai dari lingkungan kampus.

“Radikalisme akan kita perangi untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Perang lawan radikalisme ini merupakan pekerjaan rumah bagi kami,” tegas dia.(kmf)