salah satu awak bus menyerahkan urine nya untuk diperiksa (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
salah satu awak bus menyerahkan urine nya untuk diperiksa (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Jelang datangnya Natal 2019 dan Tahun baru 2020 (Nataru), Satlantas Polres Tulungagung bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) TUlungagung melakukan ramp check bus di Terminal Bus Gayatri, Rabu (18/12/19).

Bus yang akan berangkat dari terminal Gayatri diperiksa kelengkapan surat dan kelengkapan lainya. Termasuk memeriksa kondisi bus, mulai dari roda, rem dan mesin.

“Kita mengantisipasi agar jangan terjadi kecelakaan lalu lintas akibat human error maupun dari factor kendaraan,” ujar Kasat lantas Polres Tulungagung, AKP Aristianto Budi S. di Terminal Gayatri selepas jalanya pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan itu pihaknya melarang satu bus beroperasi, lantaran dalam pemeriksaan terlihat secara kasat mata ban bus bagian belakang retak. Penumpang dalam bus itu diturunkan dan bus disuruh untuk kembali ke garasinya. Bus itu boleh beroperasi lagi jika telah mengganti ban yang retak.

“Apabila tidak laik jalan maka tidak kita rekomendasikan berjalan karena membahayakan penumpang,” terang Kasat Lantas.

Dalam pemeriksaan ini pihaknya juga memeriksa kesehatan awak bus, tertama pengemudi. Untuk pengemudi yang dinyatakan tidak sehat maka akan dilarang untuk mengoperasikan busnya.

Selain itu juga dilakukan tes narkoba untuk menghindari awak bus yang menggunakan narkoba. Pengemudi yang di bawah pengaruh narkoba dirasa sangat berbahaya lantaran bisa mengakibatkan kecelakaan.

Dari 34 awak bus yang diperiksa, keseluruhan dinyatakan sehat dan diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

“Kita tadi telah tes urine 34 pengemudi bus, keseluruhan dinyatakan bebas narkoba,” tutur Ka BNNK Tulungagung, AKBP Sudirman di lokasi pemeriksaan.

Meski dalam pemeriksaan ada satu pengemudi yang menderita tekanan darah tinggi, Sudirman jelaskan sudah diberikan obat dan beristirahat, sehingga yang bersangkutan boleh melanjutklan perjalanan.

Sementara itu Kabid Perjalanan Darat Dishub Tulungagung, Widjanarko akan rutin melakukan pemeriksaan angkutan bus ini. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang, sehingga perlu untuk dilakukan secara berkala.

“Kegiatan ini akan kita lakukan secara berkala untuk menjamin keselamatan masyarakat,” ujar Widjanarko.

Apalagi mendekati datangnya Nataru, kegiatan ini akan lebih sering dilakukan, mengingat banyak warga yang akan melakukan aktivitas bepergian dalam liburan Nataru.

Sempat ada kejadian salah satu pengemudi bus mini jurusan Surabaya hendak menabrak salah satu petugas. Pengemudi itu beralasan akan kembali ke pool dan hendak beristirahat, sehingga menolak untuk dilakukan tes urine. Setelah dipaksa untuk tes urine hasilnya dinyatakan negatif.