Kepala Stasiun KA Kepanjen Teguh Raharjo meminta maaf ke masyarakat yang akan berpergian jarak jauh memakai kereta api (Nana)
Kepala Stasiun KA Kepanjen Teguh Raharjo meminta maaf ke masyarakat yang akan berpergian jarak jauh memakai kereta api (Nana)

Bagi masyarakat yang akan bepergian jarak jauh mempergunakan moda transportasi kereta api (KA) dari Stasiun Kepanjen, dipastikan akan gigit jari. Pasalnya, tiket KA jarak jauh dari Kepanjen dengan tujuan Bandung dan Jakarta, telah habis terbeli masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Stasiun KA Kepanjen Teguh Raharjo yang menyatakan, adanya lonjakan penumpang menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebesar 14 persen sampai kemarin (Rabu, 18 Desember 2019) membuat tiket terjual habis untuk perjalanan jarak jauh.

"Mewakili PT KAI kami mohon maaf tidak bisa melayani tiket jarak jauh. Karena tiket KA selama nataru sudah habis terjual. Sebagai alternatif warga bisa naik moda angkutan lainnya," ucap Teguh, Kamis (19/12/2019).

Kenaikan yang terjadi di Stasiun KA Kepanjen memang terlihat dari antrean penumpang di loket beberapa hari kemarin. Dimana, menurut Teguh, setiap hari petugas KA Kepanjen melayani penumpang sebanyak 250 sampai 300 orang.

"Hari biasanya kota hanya melayani sekitar 150 penumpang saja. Tapi menjelang Nataru memang ada kenaikan mencapai 14 persen," ujarnya yang juga menyatakan, geliat penumpang sudah terpantau sejak H-7 hari Natal yaitu Selasa (17/12/2019) lalu.

Walau telah menambah dua KA tambahan, yaitu Gajayana kelas eksekutif dari Malang tujuan Jakarta (keberangkatan pukul 20.30 WIB) dan Matarmaja (berangkat pukul 07.30 WIB). Tak membuat masyarakat mudah untuk mendapatkan tiket, khususnya jarak jauh. Hal ini diprediksi lonjakan kenaikan penumpang akan terus meningkat diberbagai stasiun di Daerah Operasi VIII Surabaya. Apalagi pemberangkatan KA jarak jauh, khususnya, tak ada yang dimulai dari Stasiun Kepanjen.

Hal lainnya adalah, penumpang jarak dekat atau lokal pun di Stasiun Kepanjen terlihat meningkat setiap harinya. Teguh menyampaikan, bahwa setiap pemberangkatan dari Surabaya-Blitar dan Kertosono serta sebaliknya selalu dipenuhi penumpang. Terutama pada akhir pekan, dimana penumpang rela untuk tak dapat tiket duduk sepanjang perjalanan.

"Untuk jarak dekat atau lokal juga mengalami peningkatan. Sehingga memang menjelang Nataru ini kenaikan penumpang diprediksi terus bertambah," ucap Teguh.

Seperti diketahui, masa angkutan liburan Nataru  berlangsung selama 18 hari. Mulai tanggal 19 Desember 2019 sampai dengan tanggal 5 Januari 2020. Sementara jumlah angkutan yang dipersiapkan menghadapi Nataru adalah 78 perjalanan KA di Daop VIII Surabaya, dengan total tempat duduk tersedia 828.324 seat. 

Dengan rincian untuk KA jarak jauh sebanyak 8 unit untuk jenis luxury plus eksekutif, 14 KA jarak jauh/menengah kelas campuran, serta 9 unit untuk kelas ekonomi. Sisanya adalah  22 KA lokal, 20 KA KRD dan 5 KA jarak jauh atau menengah tambahan (2 kereta eksekutif, 2 kereta campuran, dan 1 kereta ekonomi).

Teguh juga menambahkan, untuk mengantisipasi hal tak diinginkan serta memberikan keamanan dan kenyamanan penumpang selama Nataru, pihaknya telah menyiagakan petugas penilik jalur  KA. Dimana petugas penilik jalur KA ini akan melakukan kontrol dari pagi sampai malam hari dan berjumlah 4 orang dengan dua shift dalam sehari. 

"Kita siapkan petugas penilik jalur KA yang nantinya akan melakukan kontrol sepanjang jalur dari Kepanjen sampai Kota Malang. Ini dalam upaya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan penumpang KA yang telah mempercayakan kepada kita untuk bepergian,"tuturnya.

Terpisah, pihak KAI Daop VIII Surabaya juga melaksanakan  perbaikan dan penguatan pendukung pondasi tubuh badan rel. Selain itu menyiapkan pasukan posko angkutan dan tenaga keamanan dengan jumlah  sebanyak 727 personel yang terdiri dari tenaga keamanan internal KAI sebanyak 591 personel dan tenaga pengamanan dari eksternal PT KAI sebanyak 136 personel.

Pun untuk layanan kesehatan penumpang, PT KAO mengerahkan 6 orang dokter umum, 2 dokter gigi dan 36 tenaga paramedis serta 10 pos kesehatan yang tersebar di Daop VIII Surabaya.