Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagad.(Foto : Kompas.com)
Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagad.(Foto : Kompas.com)

Sering adanya pemberitaan tentang kerajaan fiktif, Ketua DPRD dan Plt Wali Kota Blitar mengimbau masyarakat mewaspadai munculnya orang-orang yang mengaku sebagai raja ataupun petinggi kerajaan tertentu.

Menurut mereka, ada indikasi upaya penipuan terkait dengan fenomena munculnya kerajaan-kerajaan baru itu. Dua pimpinan Bumi Bung Karno juga berharap di Kota Blitar tidak muncul kelompok-kelompok kerajaan fiktif seperti Kerajaan Agung Sejagat (KAS) di Purworejo Jawa Tengah, Sunda Empire di Bandung Jawa Barat dan Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) di Nganjuk diharapkan tidak terjadi di Kota Blitar.

Ketua DPRD Kota Blitar, dr Syahrul Alim, berharap fenomena yang ramai diperbincangkan ini dapat dicerna dengan baik oleh masyarakat. Dirinya juga berharap agar masyarakat waspada dan jangan sampai terpengaruh adanya penipuan seperti yang berkedok pendirian kerajaan. ”Menyikapi informasi secara bijak. Dapat mengetahui antara kebenaran dan yang salah. Mudah - mudahan tidak berpengaruh di Kota Blitar,” ungkap Syahrul Alim dilansir BLITARTIMES dari laman situs resmi Pemkot Blitar, Selasa (4/2/2020).

Senada dengan Ketua DPRD, Plt Wali Kota Blitar, Santoso berharap masyarakat Kota Blitar tidak terbawa arus fenomena ini. Sebagai antisipasi agar tidak terjadi di Kota Blitar, pemkot akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak ikut hal - hal serupa.

”Apalagi bermimpi untuk mendirikan kerajaan. Karena keinginan menjadi raja seperti itu ingin dihormati dan adanya pengakuan serta tidak paham akan sejarah. Sehingga harus berurusan dengan penegak hukum. Sosialisasi kepada masyarakat akan kita lakukan, agar tidak berpengaruh di Kota Blitar,” tegasnya.(*)