Rumah M. Arif Aminulloh pasca di evakuasi oleh petugas di Dusun Bakalan, Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. (Foto : Tubagus Achmad/MalangTimes)
Rumah M. Arif Aminulloh pasca di evakuasi oleh petugas di Dusun Bakalan, Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. (Foto : Tubagus Achmad/MalangTimes)

Diduga karena konsleting listrik, rumah di desa Bakalan, Kecamatan Bululawang terbakar, Selasa (4/2/2020) Pukul 17.30 WIB. 

Kebakaran diduga disebabkan konsleting listrik yang ditimbulkan dari televisi,"Konsleting listrik menawi, wong kulo wonten toko, mboten sumerap, niki kosongkan nggriyane (Konsleting listrik kayaknya, orang saya ada di toko, nggak tau, ini kosongkan rumahnya)," ujar Endah istri M. Arif Aminulloh (52) pemilik rumah yang terletak di Dusun Bakalan, Desa Bakalan RT. 001/RW.02, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Rumah korban kebakaran ini terletak disamping pas Pendopo Sasana Manggala Praja Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Menurut penuturan saksi mata Sutaman,"Sekitar kurang lebih Pukul 17.00 WIB saya bersama warga sedang bermain bulutangkis di GOR Maju Tani Desa Bakalan dan mencium bau sangit dari rumah saudara Arif. Kemudian kita menghampiri rumah Arif dan melihat kepulan asap di dalam rumah Arif. Kita bersama-sama langsung memadamkan api dan melaporkan kepada Pak Bisri perangkat desa,"Ungkapnya.

Petugas menjelaskan bahwa terdapat 3 mobil pemadam kebakaran, 2 unit dari PMK Kabupaten Malang, 1 unit dari PG. Kerebet. Rumah korban dipadamkan mulai 17.30 WIB dan selesai dipadamkan sekitar pukul 18.30 WIB.

Berdasarkan catatan petugas,"Tidak ada korban jiwa, kerugian materiil ada 1 unit TV LED, 2 unit Laptop, 1 unit kipas angin, 1 unit kulkas, 1 perlengkapan salon, dan kerugian sementara ini ditaksir kurang lebih 20 juta rupiah,"Ujar petugas Babinsa Desa Bakalan. 

Personil yang terlibat dalam evakuasi kebakaran ada dari Koramil, Polsek Bululawang, PMK Kabupaten Malang, PMI Kabupaten Malang, PG Kerebet, Perangkat Desa, serta kurang lebih sekitar 30 orang warga.