Polres Blitar Kota menangkap sejumlah pengedar dan pengguna narkoba disertai BB.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Polres Blitar Kota menangkap sejumlah pengedar dan pengguna narkoba disertai BB.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Jaringan pengedar dan pengguna narkoba jenis sabu-sabu dan pil dobel L berhasil diamankan Satnarkoba Polres Blitar Kota.

Dalam waktu sepekan, sebanyak 10 tersangka ditangkap di tempat berbeda. Dari sejumlah tersangka, polisi menyita 8,5 gram sabu-sabu, 1.830 butir pil dobel L, uang tunai Rp 1 juta, dan sejumlah ponsel.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan dari 10 tersangka itu, lima orang kasus sabu-sabu dan lima orang kasus peredaran sediaan farmasi tanpa izin atau pil dobel L.

"Sejumlah kasus narkoba itu hasil pengungkapan selama sepekan ini," kata Leonard dalam pres rilis kasus narkoba di Mapolres Blitar Kota, Jumat (21/2/2020).

Dia menambahkan, 10 tersangka kasus narkoba yang ditangkap berasal dari wilayah Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. Sebagian tersangka hanya sebagai pemakai narkoba dan sebagian lagi pengedar.

Para tersangka mengedarkan narkoba di wilayah hukum Polres Blitar Kota. Sasarannya, kepada anak muda di wilayah hukum Polres Blitar Kota.

"Kasus narkoba ini bagian dari penyakit masyarakat. Kami terus gencar memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Blitar Kota," ungkapnya.

Salah seorang tersangka, Imam mengaku hanya memakai pil dobel L. Dia mengaku baru empat bulan memakai pil dobel L. Warga Ponggok, Kabupaten Blitar, ini memakai pil dobel L untuk menambah stamina.

"Saya kerja sebagai penyadap nira kelapa. Saya pakai pil dobel L untuk tambah stamina, tubuh biar ringan saat manjat pohon kelapa. Saya baru pakai pil dobel L sekitar empat bulanan," jelasnya.(*)