Gebyar Undian Kemilau Emas digelar oleh Graha Bangunan.(Foto : Graha Bangunan for BlitarTIMES)
Gebyar Undian Kemilau Emas digelar oleh Graha Bangunan.(Foto : Graha Bangunan for BlitarTIMES)

Menyusul kesuksesan program Undian Berhadiah Rp 700 Juta, Graha Bangunan kembali menggelar program undian yang penuh kejutan. Gebyar Undian Kemilau Emas resmi diluncurkan untuk periode 1 Maret 2020 hingga 15 Januari 2021.

Banyak hadiah yang ditawarkan dari Undian Kemilau Emas. Yakni 10 TV 32 Inch, 10 lemari es, 10 mesin cuci, 1 logam mulia 10 gram, 1 logam mulia 20 gram, 1 logam mulia 25 gram, 1 logam mulia 50 gram dan hadiah utama 1 logam mulia 100 gram.

Store Supervisor Graha Bangunan, Marga Debry menyampaikan Gebyar Undian Kemilau Emas merupakan program kerjasama antara Graha Bangunan dengan supplier. Program ini berlaku di Graha Bangunan Blitar dan Graha Bangunan 2 di Turen Kabupaten Malang.

“Program ini merupakan wujud apresiasi Graha Bangunan kepada customer. Seluruh customer memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menjadi pemenang hadiahnya,” ungkap Marga Debry kepada BLITARTIMES, Selasa (3/3/2020).

Dikatakanya, syarat dan ketentuan mengikuti undian berhadiah ini yakni, customer berbelanja minimal Rp 1 Juta di Graha Bangunan Blitar maupun Graha Bangunan 2 di Turen Malang.

“Caranya cukup mudah, dengan berbelanja minimal Rp 1 Juta, customer akan mendapatkan 1 kupon. Kemudian isi identitas dan masukkan ke kotak yang disediakan. Simpan potongan dengan baik. Undian akan dilaksanakan pada 18 Januari 2021 bertepatan dengan ulang tahun Graha Bangunan ke 12,” paparnya.

Di kesempatan sebelumnya, Direktur Utama Graha Bangunan, Daniel Lim menyampaikan program undian periode 2020-2021 formatnya sedikit berbeda dengan periode sebelumnya. Menurutnya, apabila terus-terusan setiap tahun dengan format yang sama akan jenuh. Oleh sebab itu harus ada sesuatu yang baru dengan format berbeda,” terang Daniel.

Lebih dalam Daniel menyampaikan, sebagai sebuah perusahaan income menjadi prioritas Graha Bangunan. Namun demikian tak dapat dipungkiri, kepuasan pelanggan tetap menjadi hal utama. 

“Kami ingin dua-duanya hepi. Dengan simbiosis mutualisme seperti itu maka keberlanjutan perusahaan kedepanya pasti akan bagus. Kalau Cuma menguntungkan perusahaan dan customer dirugikan maka untungnya paling cuma sebentar dan tak bisa lanjut. Tapi kalau sama-sama hepi pasti kelanjutan kedepan pasti akan bagus,” pungkasnya.(*)