Pelaku Khana dan BB diamankan di Mapolres Blitar  Kota.(Foto : Team BlitarTIMES)
Pelaku Khana dan BB diamankan di Mapolres Blitar Kota.(Foto : Team BlitarTIMES)

Khana Winata (22), warga Kelurahan Togogan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar diciduk polisi. Dia pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Khana kabur setelah melakukan tabrak lari di Simpang Jl Mawar, Kota Blitar. Korban Sucipto (53), warga Ponggok, Kabupaten Blitar kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi.

Mendapat laporan dari korban, Unit Laka Satlantas Polres Blitar bertindak cepat. Polisi mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman CCTV itu, polisi mengidentifikasi pelat nomor mobil pikap yang dikendarai Khana. Di rekaman kamera CCTV juga terlihat proses kecelakaan lalu lintas itu.

"Awalnya kami sempat kesulitan melacak pelaku. Namun pelaku akhirnya berhasil kami amankan berkat rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian," terang Wakapolres Blitar Kota Kompol Nur Halim, Senin (9/3/2020).

Nurhalim mengatakan, kejadian kecelakaan terjadi pada 17 Februari 2020. Tapi pelaku baru berhasil  ditangkap Kamis (5/3/2020) lalu. Kronologis kecelakaan berawal saat  Khana mengendarai mobil pikap dari timur ke barat. Di Simpang Jalan Mawar, mobil yang dikendarai Khana menyenggol  sepeda motor yang dikendarai korban. 

Korban terjatuh dan mengalami patah tulang. Mengetahui korban terjatuh, bukannya berhenti dan memberi bantuan, Khana justru kabur  meninggalkan korban yang tergeletak di lokasi.

"Meskipun nomor polisi berhasil diidentifikasi namun rupanya mobil pikap ini sudah  empat kali pindah tangan. Kemudian kami terus melakukan penelusuran dan berhasil menemukan tersangka yang merupakan  orang keempat yang memiliki mobil pikap," jelasnya.

Saat dirilis di Mapolres Blitar Kota, Khana mengaku sengaja kabur karena takut dikeroyok warga di lokasi. Setelah kejadian, dia langsung pulang ke rumah. "Waktu itu saya takut dikeroyok warga, makanya saya kabur meninggalkan korban di lokasi," kata Khana.

Kini Khana harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, dia dijerat  dengan pasal 310 ayat 3 dan pasal 312 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.