Bupati Blitar Rijanto membuka Festival Kresnayana di Amphiteater Penataran.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Bupati Blitar Rijanto membuka Festival Kresnayana di Amphiteater Penataran.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Festival Kresnayana yang digelar atas inisiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar berhasil memukau ribuan pasang mata penonton yang hadir di Amphiteater Penataran, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Sabtu (14/3/2020) malam.

Festival Kresnayana merupakan pagelaran sendratari kolosal yang mengangkat kisah Sri Krisna atau Narayana kecil yang hidup berbalut kesederhanaan di Widarakandang dalam asuhan Demang Sagopa. 

Dalam pementasan Festival Kresnayana edisi ini diangkat judul ‘Wiji Dadi’. Kisah ini menceritakan awal kelahiran Narayana/Kresna di dunia. Di masa kecil, Narayana adalah seorang anak yang cerdas dan memiliki ketangkasan yang luar biasa. Kemudian pada masa remaja dihabiskan dengan gurunya Resi Padmanaba.

Kisah Kresnayana juga menceritakan kisah percintaan dan kesetiaan kepada seorang putri raja. Dan juga seorang tokoh pemimpin yang bisa mengayomi warganya karena mempunyai sifat kepemimpinan yang dikenal dengan Hasta Brata yang kemudian diturunkan kepada Arjuna. 

Sri Kresna juga seorang politikus besar atau sutradara yang mengatur dan merencanakan strategi perang Bharata Yudha.

Dalam sambutanya, Bupati Blitar Rijanto berharap Festival Kresnayana yang dikemas dalam pagelaran sendratari bisa menjadi ikon seni budaya Kabupaten Blitar dan Jawa Timur. 

"Jawa Tengah di Candi Prambanan mempunyai sendratari Ramayana. Harapan ke depan nanti Jawa Timur mempunyai sendratari Kresnayana yang ceritanya ada pada relief Candi Penataran. Harapan saya ke depan Disbudpar Jawa Timur bisa menggelar Festival Kresnayana setiap bulan seperti di Prambanan,” ungkap Bupati Rijanto.

Kabupaten Blitar memiliki kekayaan seni budaya yang sangat luar biasa. Bupati berharap melalui Festival Kresnayana ini budaya leluhur dan kesenian lokal dapat dilestarikan dan berkembang di seluruh wilayah Kabupaten Blitar. Bupati juga meluapkan kebanggaannya karena 70% pemeran di Pagelaran Sendratari Kresnayana ini adalah pelajar.

“Kisah Kresnayana ini sangat menarik dan bisa diambil hikmahnya tentang watak peran serta kepemimpinannya Sri Kresna. Terima kasih kami ucapkan kepada Pemprov Jatim melalui Disbudpar atas kepercayaan yang diberikan kepada sanggar-sanggar seni di Kabupaten Blitar untuk berkreasi dan menggarap pagelaran ini,” kata Bupati yang dikenal peduli dan dekat dengan rakyat.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Jawa Timur, Sinarta di kesempatan ini menyampaikan Festival Kresnayana ini merupakan upaya dari Pemprov Jatim dalam membranding wisata sejarah di Jawa Timur. 

“Seperti yang tadi disampaikan Pak Bupati, kalau di Prambanan punya Ramayana maka kita punya Kresnayana. Potensi ini kita branding untuk branding wisata sejarah dalam mendongkrak pariwisata Jawa Timur,” ujar Sinarta.

Menurut Sinarta, beragam inovasi akan terus dilakukan Disbudpar Jatim. Di antaranya, ke depan dengan menciptakan atraksi kebudayaan di Jalur Lintas Selatan (JLS). 

"Atraksi kebudayaan dan alam akan kita satukan agar menjadi daya tarik untuk membangun kepariwisataan. Seperti yang dikatakan Pak Bupati, di sini mungkin akan ada konferensi. Karena yang namanya kepemimpinan itu ada di sini dan Soekarno (Bung Karno) ada di sini. Mengapa tidak ada insiatif untuk membedah model kepemimpinan Soekarno di tengah-tengah globalisasi yang membutuhkan tipe kepemimpinan seperti itu, Pak Bupati sangat setuju kalau ke depan ada itu,” jlentrehnya.

Kepala Dinas Perbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso, menyampaikan Pemprov Jatim memberikan apresiasi tinggi kepada Kabupaten Blitar. Setelah dilaunching pada November 2019 kemarin, pada tahun ini Festival Kresnayana akan digelar tiga kali di Blitar.

“Pagelaran Festival Kresnayana ini merupakan apresiasi dari Pemprov Jatim kepada Kabupaten Blitar agar memiliki branding acara yang bisa menjadi khasnya Blitar. Pada tahun ini kita akan menggelar tiga kali Festival Kresnayana, yang pertama pada tanggal 14 Maret 2020 dengan Judul ‘Wiji Dadi’. Yang kedua pada 6 Juni dengan lakon ‘Hasta Brata Kawedar'; dan yang ketiga pada 22 Agustus mendatang dengan lakon ‘Kresno Gugah’,” papar Suhendro.

Dijelaskan Suhendro, kisah Kresnayana di Indonesia tak bisa dilepaskan dari tanah Blitar. Di mana kisah Kresnayana dapat ditemukan dalam relief Candi Jago dan Candi Penataran. 

Dalam relief Candi Penataran, kisah Kresnayana bisa ditemui di candi induk Penataran pada tingkat kedua. Itulah yang menjadi dasar penyelenggaraan Festival Kresnayana di Blitar.

“Kresna sebagai tokoh dalam pewayangan yang reliefnya digambarkan di Candi Penataran ini dia adalah sosok yang ahli dalam bidang politik dan tokoh yang hebat berdialek, berdiplomasi dan dalam romantikanya dia juga bagus. Di sini tokoh Kresna mengajarkan kita tentang tokoh yang bijaksana, memiliki sifat kepemimpinan dan politik dan itulah yang identik dari Blitar,” paparnya.

Pemkab Blitar berharap ke depan Festival Kresnayana  dapat menjadi festival tahunan yang digelar di Kabupaten Blitar dengan dipusatkan di Penataran. Pagelaran ini diharapkan menjadi ikon tontonan berkualitas dan menjadi tuntunan simbolisasi dari masyarakat Blitar itu sendiri.

“Ke depan diharapkan masyarakat Blitar akan bangga dan betul-betul membumi dan sangat familiar dengan tokoh Kresna. Lebih jauh dari itu tidak hanya dalam pagelaran seni semata, dari Festival Kresnayana ini masyarakat Blitar bisa belajar dari tokoh Kresna itu sendiri,” tuntasnya.(Adv/Kmf)