Aktivitas jual beli kebutuhan pokok di salah satu lapak di Pasar Klojen, Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Aktivitas jual beli kebutuhan pokok di salah satu lapak di Pasar Klojen, Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Kewaspadaan masyarakat akan kemunculan virus Corona atau Covid-19 rupanya tak begitu berdampak di Kota Malang.

Ya, pemerintah pusat memang telah memberlakukan untuk masyarakat tanah air agar bekerja, belajar, dan beribadah di rumah sebagai langkah pencegahan penularan virus yang muncul di Wuhan, China sejak Desember 2019 lalu.

Hal ini memunculkan kepanikan dan kewaspadaan, seperti di Jakarta banyak warga yang melakukan aksi panic buying dengan memborong kebutuhan pokok. Namun, pemburuan kebutuhan pokok di Kota Malang tampak landai.

Seperti di Pasar Klojen Kota Malang, aktivitas pedagang maupun pembeli juga tampak landai saja. Tak tampak konsumen yang melakukan pembelian bahan pokok dengan jumlah yang tinggi.

Seperti yang diungkapkaan salah satu pedagang, Bu Sumarno ini. Ia menyebut, imbas dari virus Corona masih cukup landai. Masyarakat masih berbelanja bahan pokok seperti hari biasa. "Sedang saja pengaruhnya, masyarakat ya belanja semua kebutuhan bahan pokok seperti biasa," jelasnya, Senin (16/3).

Hal serupa juga diungkapkan oleh pedagang lainnya, Iwan Prima. Ia mengaku, sampai saat ini konsumen yang membeli kebutuhan pokok masih normal.

"Standar saja, masih normal ini, tidak begitu berimbas," ungkapnya.

Ia menyebut, masyarakat akhir-akhir ini kebanyakan hanya membeli gula. Karena masih terbilang langka. Sementara untuk beras, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya tidak begitu signifikan.

"Gula yang paling banyak dibeli akhir-akhir ini, karena langka. Dan harga jualnya juga kalau di saya sekarang Rp 16.500 per kilogram," terangnya.