Undangan resepsi pernikahan pasangan Fauzia dan Muchsin. (dokumentasi Muchsin for MalangTIMES).
Undangan resepsi pernikahan pasangan Fauzia dan Muchsin. (dokumentasi Muchsin for MalangTIMES).

Tanggal 20 Maret 2020 merupakan hari yang sangat dinantikan pasangan Fauzia dan Muchsin. Sebab,  pada Jumat (20/3/2020) mendatang, keduanya berencana melangsungkan pernikahan.

Namun tiga hari menjelang pernikahan, kebahagiaan pasangan ini terusik. Pasalnya,  pada Senin (16/3/2020) malam pihak keluarga mendapat kabar bahwa gedung yang akan dijadikan sebagai lokasi akad nikah dan resepsi dibatalkan. Alasannya, Wali Kota Malang Sutiaji memberi edaran untuk tidak mengadakan keramaian selama 14 hari ke depan.

Dua gedung yang telah disewa jauh-jauh hari pun memberi konfirmasi pembatalan. Rasa panik pun menghampiri pasangan itu beserta keluarga. Apalagi, undangan telah disebar luaskan kepada sanak keluarga, teman, dan sahabat dari dalam kota maupun luar Kota Malang.

"Calon istri saya tiba-tiba dikabari. Katanya gedung di-cancel. Ini sudah tanggal 17. Kami akad dan resepsi tanggal 20 Maret. Undangan sudah tersebar. Bagaimana ini solusinya," kata calon mempelai laki-laki, Muchsin, saat dihubungi media ini, Selasa (17/3/2020).

Muchsin bercerita, ia dan calon istrinya telah menyewa dua gedung sekaligus di daerah yang sama, yaitu Gedung Kesenian Gajayana dan Gedung Muamalah. Kedua gedung berada di area yang sama, yaitu di kawasan Jl Nusakambangan.

Sebagaimana rencana yang telah disusun, akad nikah kedua mempelai akan dilaksanakan di Gedung Muamalah Jl Nusakambangan Nomor 40 P Malang pada pukul 12.30 WIB. Sementara resepsi pernikahan akan digelar di Gedung Kesenian Gajayana Jl Nusakambangan Nomor 19 Malang pada pukul 13.00 WIB.

Bukan hanya gedung yang telah siap dan undangan  yang tersebar. Kedua pasangan ini juga telah mengeluarkan banyak bujet untuk katering dan lain sebagainya. Sehingga dia sangat berharap agar pemerintah memberikan izin dan solusi atas acara yang akan digelar tiga hari mendatang itu.

"Undangan sudah kami sebar, tapi Pemerintah Kota Malang melarang keramaian dan hanya diperbolehkan maksimal 30 orang saja. Undangan kami tersebar. Kami butuh solusi agar kami nggak malu," ungkap Muchsin.

Dia juga menyampaikan  bahwa pembatalan acara resepsi pernikahan sangat tidak mudah. Terlebih, acara sudah di depan mata. Bahkan sebagian besar pernak-pernuk telah terbayar lunas dan tinggal dilaksanakan saja.

"Membatalkan itu bukan perkara mudah. Saya sangat berharap ada solusi dari Pak Wali (Wali Kota Malang Sutiaji; red)," ujarnya.

Dia pun mengharapkan agar wali kota Malang memberikan sedikit keringanan atas rencana pernikahan itu. Dia berharap izin pemakaian gedung untuk akad nikah dan resepsi tetap dikeluarkan.

Muchsin merasa tak keberatan jika Pemerintah Kota Malang memberikan persyaratan tertentu asalkan pernikahannya tersebut tetap berjalan sesui dengan yang direncanakan. Termasuk jika ada perintah agar tamu undangan mengenakan hans sanitizer saat memasuki gedung.

"Semisal harus ada pakai hand sanitizer, kami siap menyediakan. Atau semisal kami dibatasi sejam atau dua jam setelah itu acara selesai, kami sanggup. Yang penting gedungnya tetap boleh kami sewa," ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Malamg Sutiaji pada Senin (16/3/2020) malam telah mengeluarkan beberapa surat edaran berkaitan dalam upaya antisipasi pencegahan virus corona. Salah satu surat edaran tersebut menegaskan agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang menghadirkan kerumunan massa lebih dari 30 orang. "Termasuk pengajian untuk sementara agar diundur dulu kegiatannya," kata Sutiaji.