Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP di lokasi kebakaran. (Foto : Polsek Pakisaji for MalangTIMES)
Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP di lokasi kebakaran. (Foto : Polsek Pakisaji for MalangTIMES)

Kebiasaan buruk yang dilakukan Miseran, warga Dusun Segenggeng, Desa Wonokerso, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, akhirnya berbuah petaka. Selasa (17/3/2020) dini hari, rumahnya terbakar sesaat setelah pria 80 tahun itu membakar sampah di dalam rumahnya.

”Pemilik rumah (Miseran) stres. Kebiasaannya yang kami tahu sering bakar-bakar sampah di dalam rumah. Biasanya tidak besar. Sampah yang dibakar dikit-dikit. Kemungkinan kebiasaan itu yang membuat rumahnya kebakaran,” kata Santo selaku ketua RT setempat, Selasa (17/3/2020).

Menurut Santo, pemilik rumah tersebut mengalami stres sejak 10 tahun lalu. Dua hingga tiga tahun sebelum stres, Miseran ditinggal mati istrinya.

Mengetahui orang tuanya mengalami gangguan psikis, ketiga anaknya memilih untuk tinggal bersama keluarganya masing-masing. ”Tiap hari yang rawat anaknya. Pagi dan sore mereka ke rumah korban untuk memberi makan dan mengambil pakaian kotor milik bapaknya,” ungkap Santo.

Semenjak tinggal di rumah sendirian itulah, Miseran mulai memiliki kebiasaan buruk. Yaitu membakar sampah di dalam rumah.

Puncaknya, pada Selasa (17/3/2020) dini hari, tepatnya sekitar pukul 01.30 WIB, Miseran diduga kembali membakar sampah di dalam rumahnya. Akibatnya, sampah yang dibakar tersebut merembet ke beberapa perabotan rumah tangga dan menyebabkan rumah korban terbakar.

”Semula ada tetangganya yang teriak minta tolong karena ada kebakaran. Kami mengiranya itu suara Miseran. Soalnya biasanya dia memang suka teriak pas tengah malam. Tapi pas saya dan warga datang ke rumah korban, ternyata memang ada kebakaran. Setibanya di sana, api sudah besar, setinggi 3 meteran,” ungkap Santo.

Mengetahui rumah Miseran terbakar, warga beserta perangkat desa setempat bergegas menyelamatkan korban dari dalam rumah. Kejadian ini pun akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian sebelum akhirnya dilanjutkan ke PMK Kabupaten Malang.

”Kami mengerahkan 4 unit mobil pemadam ke lokasi kejadian untuk memadamkan kebakaran,” kata Kepala Seksi PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran) Kabupaten Malang Agus Suyanto.

Dibantu warga setempat, petugas PMK Kabupaten Malang sempat kewalahan saat memadamkan kebakaran. Namun, petugas memastikan jika api tidak sampai merembet ke rumah warga setempat. ”Api baru bisa dipadamkan sekitar 1 jam kemudian,” kata Agus.

Terpisah, Kapolsek Pakisaji AKP Triwik Winarni mengatakan, dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), kebakaran diduga karena Miseran membakar sampah kertas di dalam rumahnya. ”Akibat peristiwa ini, kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta,” pungkasnya.