Petugas saat melakukan penyemprotan desinfektan disalah satu ruangan (Ist)
Petugas saat melakukan penyemprotan desinfektan disalah satu ruangan (Ist)

Covid 19, saat ini masih menjadi momok mengerikan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. 

Dampaknya kini banyak lokasi perkantoran maupun pertokoan dan lokasi usaha lain tutup dalam waktu yang lama untuk mencegah wabah Covid 19.

Di tengah penutupan berbagai lokasi tersebut, saat ini banyak yang melakukan upaya penyemprotan dengan cairan disinfektan. 

Seperti salah satunya lokasi hiburan malam Twenty di kawasan Blimbing.

Seluruh gedung lokasi usaha disemprot cairan desinfektan. 

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 yang kian mengkhawatirkan.

"Ya ini bentuk antisipasi kami, melakukan imbauan dari pemerintah untuk mencegah penyebaran virus. Setelah sebelumnya melakukan upaya pencegahan dengan mengecek para pengunjung dan karyawan," ungkap Ferry General Manager Twenty Malang.

Dampak wabah Corona ini, diakuinya memang membawa efek sangat berarti bagi pelaku usaha.

Pasalnya, imbas dari wabah tersebut mereka harus tutup dalam waktu yang cukup lama, bahkan hingga sampai tiga bulan lamanya.

"Baru buka kembali pada 29 Mei 2020. Ini ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga, ya mau gimana lagi, ini sebuah musibah. Para karyawan belum lagi libur satu bulan puasa tidak gajian, kemudian harus kena libur puasa, ditambah libur lebaran, memang ini cukup memberatkan," terangnya.

Untuk perihal keputusan tersebut, saat ini telah dirundingkan bersama para karyawan dan owner dan sudah terdapat kebijakan yakni terpaksa diistirahatkan di rumah guna mendukung program pemerintah.

"Kami berharap ini bisa segera mereda, karena benar-benar berdampak luas pada semua hal, utamanya ekonomi," paparnya.

Sementara itu, berkaitan dengan upaya pencegahan Covid 19 juga dilakukan pengelola hiburan malam lainnya yakni Doremi yang juga ada di kawasan Blimbing Kota Malang.

Robert Dharma, manager Doremi menjelaskan, sama halnya dengan lokasi lain, pihaknya juga melakukan penyemprotan pada seluruh ruangan lokasi hiburan. 

Saat ini pihaknya sudah memangil petugas untuk melakukan penyemprotan disinfektan.

"Kami sudah panggil petugas untuk penyemprotan, tapi saat ini masih menunggu giliran karena petugasnya masih melakukan penyemprotan di lokasi lain," jelasnya.

Perihal penutupan lokasi usaha hingga tiga bulan, pihaknya mengatakan hal ini merupakan hal yang berat. Pihaknya terpaksa meliburkan para karyawannya.

Saat ini, yang menjadi ganjalan besar adalah pemasukan dan besarnya biaya operasional yang masih tetap ada kendati dalam kondisi libur.

Mengenai permasalahan gaji para karyawan disaat kondisi libur, saat ini pihaknya masih akan melakukan kordinasi lebih lanjut dengan manajemen.

"Masalah itu (gaji karyawan) kami masih belum ada keputusan, masih kami diskusikan lagi. Kami berharap ini segera selesai agar semua bisa segera normal kembali," pungkasnya.