Kantor PDAM Kota Malang. (Foto: istimewa)
Kantor PDAM Kota Malang. (Foto: istimewa)

Pemerintah berkewajiban menyediakan kebutuhan vital warganya, salah satunya air bersih. Di daerah, peran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sangat besar. 

Di Kota Malang misalnya, PDAM saat ini telah berganti nama menjadi Perumda Tugu Tirta. Di usianya yang menginjak 105 tahun tepatnya 31 Maret 2020 kemarin, pelayanan air bersih diberikan oleh perusahaan ini untuk mencukup kebutuhan masyarakat sehari-hari. 

Tapi tahukah kamu, dari kapan dan seperti apa proses pelayanan PDAM Kota Malang untuk memberikan pasokan air bersih setiap harinya kepada pelanggan? 

Tepat pada 31 Maret 1915, perusahaan yang memberikan pelayanan distribusi air minum bagi warga area Kota Malang ini dimulai. Kala itu, masih di era pemerintahan Belanda, layanan ini bernama Waterleiding Verordening. Pelayanan pertama ini memanfaatkan salah satu sumber yang disebut sumber Karangan.

Selama 13 tahun kemudian, di tahun 1928 sistem pelayanan terus dikembangkan. Yaitu, penggunaan sistem penyadap berupa Brom Captering pada sumber Sumbersari. Prosesnya, air yang berasal dari sumber ini ditransmisikan secara gravitasi pada reservoir atau dicadangkan di 2 titik, wilayah Dinoyo dan Betek, Kota Malang. 

Namun, untuk selalu memberikan performa terbaik layanan air bersih ini tak hanya terhenti disitu saja. Pada tahun 1935 Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terlibat dalam penyusunan program peningkatan debit air produksi. Yakni, memanfaatkan sumber Binangun yang saat ini terletak di wilayah Kota Batu, dengan laju kecepatan debit air sekitar 215 liter per detik. 

Perjalanan unit air minum ini terbilang tak mudah, sebab selama 20 tahun itu rupanya tempat untuk memberikan pasokan air ini belumlah berbadan hukum yang jelas. Sampai di tahun 1974 barulah terbit Peraturan Daerah (Perda) nomor 11, dan berubah status menjadi Perusahaan Daerah Air Minum. 

Saat itu pula, status badan hukum PDAM Kota Malang jelas dan mempunyai hak otonomi dalam pengelolaan air minum. Empat tahun kemudian, tepat di tahun 1978-2004 dengan terus bertambahnya penduduk di Kota Malang menjadikan perusahaan ini terus berevolusi memberikan pelayanan terbaiknya. 

Salah satunya, menambah kapasitas produksi. Yaitu, mengelola sumber air Wendit di kawasan Pakis, Kabupaten Malang dan beberapa mata air di Kota Malang dengan menggunakan sistem pompanisasi. 

Masih di tahun 2004, program Zona Air Minum Prima (ZAMP) dicuatkan. Yaitu, sarana air siap minum. Kala itu, yang menjadi pilor project program ini adalah kawasan Perumahan Pondok Blimbing Indah Kota Malang. 

Di tahun 2007-2012, penentuan pembentukan ZAMP di seluruh wilayah pelayanan PDAM kota Malang. Hingga saat ini, programnya masih terus berjalan dan bahkan dilombakan setiap tahunnya. Metode yang dipakai yaitu penggunaan Fountain Tap (Kran Air Siap Minum). 

PDAM Kota Malang saat ini telah memiliki 133 water tap yang dapat digunakan masyarakat Malang untuk minum ataupun mengisi ulang botol minum yang tersebar di fasilitas umum, taman, sekolah-sekolah, instansi dan perkantoran. 

Proses-proses pelayanan air bersih terus diperbarui, pada tahun 2006 misalnya PDAM Kota Malang mulai melakukan pemetaan GIS (Geographical Information System) untuk sistem pemetaan pelanggan dan Aset SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum). Yaitu, melalui foto udara dan membangun billing system sehingga pekerjaan tidak lagi dikerjakan secara manual. 

Kemudian, program penurunan kehilangan air dengan membangun District Meter Area mulai dijalankan di tahun 2010. Terlibat keikutsertaan dalam program hibah air minum yang diberikan AUSAID dan Kementerian PUPR untuk meningkatkan jumlah pelanggan. 

Nah, tahun 2011 mulai digunakan aplikasi Smallworld untuk pemetaan pelanggan. Sedangkan di tahun 2012 PDAM Kota Malang mulai berinovasi dengan sistem pelayanannya. Yaitu, dengan mengintegrasikan keseluruhan proses bisnis dengan pembentukan portal Total Water Utility Integrated Network (TWUIN). 

Yang mana di tahun 2018, TWUIN Command Center diresmikan. Aplikasi ini sebagai salah satu cara untuk monitoring jarak jauh keseluruhan Sistem Penyediaan Air minum (SPAM) PDAM Kota Malang dari produksi hingga distribusi pelayanan kepada pelanggan. 

Dengan pengembangan penerapan teknologi yang terus dilakukan secara bertahap, saat ini portal TWUIN telah terintegrasi dengan keseluruhan proses bisnis PDAM Kota Malang. Di antaranya, CIS (Customer Information System) untuk sistem informasi pelanggan. 

Kemudian, GIS untuk sistem pemetaan pelanggan dan Aset SPAM. Selanjutnya, WUIN (Water Utility Integrated Network) yaitu sistem monitoring SPAM, dan UAS (Utility Administration System) yakni sistem administrasi perkantoran. 

Meski pelayanan semakin mengikuti perkembangan zaman dengan berbasis digital, target pun juga ditetapkan. Pada tahun 2014-2016 misalnya, untuk mencapai target 100-0-100 PDAM Kota Malang membangun jaringan distribusi dan beberapa tandon air. Hal tersebut juga untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan area pelayanan. 

Bahkan, di tahun 2016 PDAM Kota Malang juga mulai menggunakan SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) untuk sistem kendali dan monitoring jarak jauh. 

Saat ini jumlah pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang semakin meningkat. Dari tahun 2012 hingha 1 Februari 2020, cakupan pelayanan pelanggan tercatat hingga 96,979 persen atau 169.381. Dengan jumlah reservoir tersebar di 41 titik, dengan kapasitas 40.271 m³.

Peningkatan inovasi pelayanan berbasis digitalisasi semakin digalakkan. Sehingga layanan air siap minum di seluruh wilayah PDAM Kota Malang dapat dicek statusnya dengan mudah melalui website. 

2020, Inovasi Pelayanan Baru Disiapkan

Selain menjalankan konsep digitalisasi dalam sistem kerja dan melayani pelanggan PDAM di Kota Malang. Ada inovasi layanan air yang bakal dikembangkan untuk menjamin kebutuhan warga. 

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas menyampaikan hampir semua proses manajemen baik administrasi maupun teknis sudah berbasis digital. Termasuk smart dashboard, yang mana bentuk kinerja atau apapun yang berhubungan dengan perusahaan akan dengan mudah terpantau. 

"Jadi semua perintah kerja, ataupun order, kemudian lelang, pengadaan, pembayaran, semuanya berbasis digital, termasuk laporan-laporan kinerja. Setiap hari saya tetap bisa memantau perusahaan meski dari jauh. Kemudian masyarakat juga bisa melakukan pembayaran via online. Tidak harus bertatap muka dengan petugas kita untuk membayar atau mengurus apa saja terkait pelayanan di PDAM," jelasnya. 

Lebih lanjut, ia menyampaikan inovasi untuk memberikan kualitas pelayanan kepada pelanggan juga akan dikembangkan. Yaitu, dengan tidak lagi mengandalkan pada sumber melalui WTP (Water Treatment Plan). 

Sistem WTP ini nantinya dengan memanfaatkan air sungai yang kemudian diolah hingga menjadi air siap minum. Untuk realisasinya, pihaknya akan melibatkan investor asing. Selain itu berkaitan dengan pemanfaatan sungai PDAM Kota Malang juga akan bekerjasama dengan Balai Besar sungai dan Perum Jasa Tirta. 

"Dengan WTP itu nanti akan lebih menjamin ketersediaan air kita. Kemudian, mengurangi ketergantungan kita dengan daerah lain yang selama ini kita mengambil sumbernya seperti dari Kabupaten Malang dan Kota Batu. Artinya keterjaminan pelanggan PDAM Kota Malang itu menjadi semakin terjaga. Tidak ada kekhawatiran, tidak khawatir ada sengketa atau apa. Karena sudah berada di kita sendiri pengelolaannya," tandasnya.