Telur. (Foto: istimewa)
Telur. (Foto: istimewa)

Beberapa waktu yang lalu sempat beredar postingan di media sosial dan pesan berantai yang menyebutkan bahwa ada seorang bayi yang baru lahir bisa bicara dan menyebut bahwa telur rebus bisa menjadi obat untuk menyembuhkan orang yang terkena Covid-19.

Telah disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI di web resminya bahwa informasi dalam postingan tersebut adalah tidak benar.

Memakan telur memang bermanfaat untuk tubuh, namun tidak ampuh untuk benar-benar mengobati Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah pusat untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto meminta warga tidak mudah percaya berita di media sosial.

Cara yang paling ampuh saat ini untuk mencegah Covid-19 adalah menerapkan social distancing dan mengarantina diri sendiri di rumah serta menjaga gaya hidup sehat.

Nah, telur sendiri sebagai kandungan protein hewani bisa berfungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Menurut Dosen Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) Dr Ir Manik Eirry Sawitri MS, telur mengandung air, karbohidrat, lemak, protein, bermacam vitamin dan mineral, serta trace element lainnya, yang berfungsi mensinergi tubuh. Sehingga telur disebut sebagai wonderful food.

"Si makanan ajaib (telur) ini disamping padat gizi juga mengandung lemak pada bagian kuningnya (yolk) yang disebut High Density Lipoprotein (HDL), yang selama ini dikenal sebagai asam lemak baik. Serta OMEGA 3, OMEGA 6, bahkan OMEGA 9 yang terakumulasi pada bagian yolk-nya dan dapat memperbaiki respon imun," bebernya. 

Dikatakan Riri, sapaan akrabnya, dalam keadaan perekonomian keluarga yang terbatas seperti sekarang, telur merupakan alternatif prioritas pilihan tepat.

Sebab harga telur terjangkau dibandingkan dengan bahan pangan sumber protein hewani lainnya.

Berbagai vitamin yang dikandung dalam telur mempunyai bermacam fungsi dalam mendukung peningkatan sistem imun tubuh.

Berikut segudang manfaat mengkonsumsi telur.

1. Vitamin A dalam telur mampu menjaga kesehatan kulit dan sistem kekebalan tubuh. Mengkonsumsi 2 butir telur per hari dapat memenuhi kebutuhan 14% vitamin A harian.

2. Vitamin D dalam telur terutama di bagian yolk-nya berperan dalam penyerapan kalsium dan fosfor. Berkontribusi pada sistem imun dan fungsi otot yang sehat. Mengkonsumsi 2 butir telur perhari dapat memenuhi 82% asupan vitamin D yang direkomendasikan.

3. Vitamin B12 dalam telur diperlukan tubuh untuk membentuk sel-sel darah merah (Haemoglobin), menjaga sistem kekebalan tubuh dan syaraf. Dan harus pula diingat bahwa tubuh tidak dapat mensintesa vitamin B12 sendiri. Mengkonsumsi 2 butir telur sehari dapat memenuhi 15% kebutuhan vitamin B12 harian.

4. Ada pula Vitamin B5 (asam pantothenate) yang membantu memproduksi vitamin D. 

5. Zat besi dalam telur berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Konsumsi 1 butir telur identik dengan 0,9 mg zat besi. 

6. Kandungan vitamin E pada telur mempunyai sifat antioksidan yang dapat menahan serangan radikal bebas, pencegahan Ca tertentu, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, pengurangan gangguan mata, dan memperlambat penurunan kognitif akibat usia dan penuaan. Konsumsi 2 butir telur diketahui dapat menghasilkan 20% kadar kebutuhan vitamin E harian. 

7. Folat pada telur memproduksi sel-sel baru pembentukan sel darah merah yang sehat dan menjaga kekebalan tubuh. Mengkonsumsi 2 butir telur harian dapat memenuhi 49% kebutuhan asam folat. 

8. Selenium di telur mencegah kerusakan akibat radikal bebas atau bersifat sebagai antioksidan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Konsumsi 2 butir telur dapat memenuhi 41% kebutuhan selenium.

Mengkonsumsi telur dua butir sehari kata Riri lebih sesuai bagi konsumen dengan usia produktif ataupun balita dan batita dalam masa pertumbuhan, serta bagi ibu hamil dan ibu menyusui. 

"Namun bagi lansia mengkonsumsi tiga butir telur seminggu sudah cukup, karena dampak buruk akan kolesterol yang kurang bersahabat selalu menyertai," pungkasnya.