Jerinx SID (Foto:  Akurat.co)
Jerinx SID (Foto: Akurat.co)

Pemain drum Jerinx SID baru-baru ini menyita perhatian publik mengenai unggahannya soal virus corona atau covid-19.  

Jerinx SID menyebutkan  virus Corona tak sepenuhnya sebuah pandemi, namun juga merupakan betuk dari konspirasi semata.  

Hal itu ia tuliskan melalui unggahan akun Instagramnya, @jrxsid.   "Yang tidak percaya jika covid ini hanya skema bisnis mungkin masih percaya jika Amerika pernah mendarat di bulan dan 911 kerjaan orang Islam," ujarnya. 

Melalui caption-nya, Jerinx juga menyelipkan kutipan 'social distortion.' Namun, entah kepada siapa kutipan itu ditujukan.  

Ia juga menyebut jika banyak kebohongan dalam pandemi covid-19 ini.  “Your history books are full of lies, media-blitz gonna dry your eyes. Have you ever been afraid, and felt society try to keep you down? I begin to watch things change see them turn around” ~ Social Distortion." tulis Jerinx pada captionnya.  

 

Tak ayal, unggahan Jerinx itu langsung mengundang kontroversi warganet.  Mereka bertanya kepada Jerinx terkait dengan jumlah korban yang banyak di berbagai negara.  

@dipanggiltonang : "Lalu bagaimana Iran bisa terkena dampak dengan angka yang begitu tinggi padahal mereka belum ada 5g." 

@withlovewithpeace : "Aduh saat begini ngomongin teori konspirasi...konspirasi apa yg merugikan 1 dunia...yg bikin ekonomi global anjlok...siapa yg diuntungkan? Org2 hebat diluar sana lagi gencar bikin vaksin, bikin obat bikin solusi untuk kita smua....jangan malah aneh2 donk bli..." 

@fahrifurqoni : "Bli saya mau nanya apa yang bisa kita perbuat untuk meyakinkan teman teman sekitar kita untuk percyaa yg bli posting ni. Mereka cuma bilang kebanyakan nonton teori konspirasi." 

@toniroez : "Masih gak percaya sih, masa demi bisnis risikonya bunuh ribuan orang bahkan bisa nyerang diri dan keluarga sendiri." 

Kendati demikian, unggahan Jerinx itu justru disetujui oleh vokalis Seringai, Arian.  Arian mengaku sependapat dengan apa yang dituliskan oleh Jerinx jika corona hanya konspirasi yang seperti tidak pada tempatnya.  

@aparatmati: "sepakat, kalau teori konspirasi ini berhasil dibuktikan. tapi selama masih menjadi teori konspirasi yang belum bisa dibuktikan dengan data yang sahih, pada akhirnya teori konspirasi juga malah menciptakan ketakutan, rumor, dan prasangka yang malah membahayakan gerakan kokaborasi global dalam perang melawan virus ini. misinformasi bisa membuat orang-orang menjadi lengah."