Inilah salah satu area pemandian wisata Hutan Bambu Sumbermujur (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Inilah salah satu area pemandian wisata Hutan Bambu Sumbermujur (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Momentum lebaran yang biasanya menjadi limpahan rejeki bagi pengelola wisata, untuk lebaran tahun ini, seluruh wisata di Lumajang ditutup, tanpa aktivitas apapun. Karyawan obyek wisata yang biasanya sibuk menyambut wisatawan, kini harus berada dirumah, tak seperti lebaran biasanya.

Salah satu obyek wisata unggulan Lumajang, yakni wisata alam dan pemandian alam Hutan Bambu di desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro merasakan betul dampak penutupan itu. Bahkan 7 karyawannya terpaksa diliburkan tanpa mendapatkan gaji, karena penutupan wisata ini.

Baca Juga : Jika Tempat Wisata Buka Awal Juni, Protokol Kesehatan Diperketat dan Batasi Pengunjung

"Karena tidak ada pemasukan sama sekali, maka sementara karyawan disini tidak gajian. Gaji karyawan tetap disini antara Rp 1,5 sampai Rp 1,7 juta perbulan. Sekarang ini hanya kami bantu dari program bantuan yang ada, untuk meringankan beban ekonomi mereka," kata Kades Sumbermujur, Syafi'i.

Syafi'i juga menjelaskan, pada puncak lebaran pengunjung di pemandian Hutan Bambu bisa mencapai 15 ribu orang sehari. Tentu jumlah tenaga yang dilibatkan lebih banyak lagi.

"Kalau lebaran itu bisanya paling sedikit 6 ribu orang sehari, dan pada puncaknya bahkan mencapai 15 orang dalam sehari. Sekarang ini tutup pak," kata Kades Sumbermujur Syafi'i kepada media ini.

Tak hanya karyawan yang terpaksa diliburkan, para pemilik warung yang biasanya berjualan di Hutan Bambu, kini juga harus merasakan dampak Covid-19 dengan menghentikan semua usahanya.

"Biasanya kalau pas hari raya begini ada 32 warung yang memanfaatkan moment lebaran. Sekarang semuanya tutup juga, sejak ada kebijakan penutupan wisata ini," jelas Syafi'i kemudian.

Baca Juga : 5 Tempat Wisata Favorit di Kota Malang Terpaksa Tutup Saat Lebaran Tahun Ini

Syafi'i berharap wabah Covid-19 ini segera berakhir agar obyek wisata yang ada di desanya bisa beroperasi kembali. Bahkan seandainya ada kebijakan untuk dibuka dengan ketentuan protokol covid-19, Kades Sumbermujur juga bersedia mematuhi aturan tersebut.