Suasana destinasi wisata kampung tematik Kampung Warna-Warni Jodipan di Kota Malang di masa Covid-19 yang belum beroperasional. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana destinasi wisata kampung tematik Kampung Warna-Warni Jodipan di Kota Malang di masa Covid-19 yang belum beroperasional. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Tempat-tempat pariwisata di berbagai daerah dalam penerapan New Normal atau kelaziman hidup baru di tengah pandemi Covid-19 memang telah diizinkan untuk buka kembali.

Namun segala persyaratan pengetatan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 harus dijalankan. 

Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tak serta merta membuka tempat wisata dalam masa adaptasi kehidupan baru. Ada beberapa fase yang dipersiapkan apabila sektor pariwisata memang akan beroperasional kembali.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan ada tiga fase dalam mempersiapkan sektor pariwisata dalam masa adaptasi kehidupan baru. Ketiganya, yaitu fase emergency, recovery dan new normal.

Hal tersebut dilakukan sebagi bentuk dukungan bagi pelaku usaha di sektor pariwisata dalam menjalankan usahanya dengan tetap memperhatikan dan menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Fase emergency dimulai pada Maret sampai Juni 2020. Dalam fase ini kami melaksanakan edukasi protokol kesehatan kepada masyarakat, mendata karyawan di tempat wisata yang terdampak Covid-19, untuk diberikan bantuan," ujarnya belum lama ini.

Kemudian, untuk fase recovery mulai berjalan bulan Juni sampai Agustus 2020. Di fase ini, pihaknya melakukan verifikasi tempat wisata yang telah memenuhi protokol kesehatan.

Yang mana, sesuai dengan Peraturan Wali (Perwali) Kota Malang Nomor 19 Tahun 2020 tentang Pedoman Penerapan Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease-19. 

Termasuk bagi pelaku usaha perhotelan dan resto dengan yang telah memenuhi standar verifikasi akan ditandai dengan pemberian stiker khusus.

"Kami juga mengadakan trial simulasi pariwisata Malang Raya yang diinisiasi PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Malang," imbuhnya.

Selanjutnya, untuk fase new normal dikatakannya mulai dilaksanakan pada Agustus 2020 mendatang sampai masa pandemi Covid-19 berakhir.

Yang mana, di fase tersebut akan ada safari pariwisata dengan memastikan setiap destinasi wisata yang mulai beroperasional harus terstandardisasi protokol kesehatan. 

Mulai dari ketersediaan thermo gun, penyediaan alat cuci tangan, hingga penerapan separuh atau 50 persen dari total kapasitas di tempat wisata untuk pencegahan di area kerumunan.

"Dalam fase ini kami akan melakukan promosi wisata hingga simulasi safari ke destinasi wisata, dan kampung tematik," terangnya.

Lebih lanjut, ia menyebut hingga saat ini destinasi wisata di Kota Malang masih belum ada yang buka. Adapun yang telah memenuhi standar, yakni Hawai Water Park yang rencananya mulai beroperasional pekan depan.

"Destinasi kita belum ada yang buka, itupun ada Hawai dan baru minggu depan. Yang akan beroperasional harus memenuhi SOP (standar operasional prosedur)," tandasnya.