Para tersangka saat dihadirkan dalam rilis ungkap kasus narkoba di Mapolres Sumenep (Foto: Syaiful Ramadhani/JatimTimes)
Para tersangka saat dihadirkan dalam rilis ungkap kasus narkoba di Mapolres Sumenep (Foto: Syaiful Ramadhani/JatimTimes)

Peredaran narkoba terutama jenis sabu di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengalami peningkatan yang sangat pesat di tengah wabah Covid-19.

Kapolres Sumenep AKBP Darman menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19 ini tindak kriminal yang makin meningkat ialah peredaran narkoba. Sejumlah pengedar, kurir hingga pemakai berhasil ditangkap.

Baca Juga : Taksiran Kerugian Negara Rp 281 Juta, Mantan Lurah Kepanjen jadi Tersangka Dugaan Korupsi

"Pengungkapan kasus narkoba di wilayah hukum Polres Sumenep kali cukup besar, ini membuktikan jika peredaran narkoba meningkat, apalagi di masa pandemi," ungkap Darman saat jumpa pers di Mapolres Sumenep, Kamis (16/7/2020) siang.

Ia memaparkan, sejak Januari sampai Juli tercatat ada 52 kasus yang berhasil diungkap. Dengan rincian, 35 kasus hasil ungkap Satresnarkoba Polres Sumenep dan 17 kasus lainnya hasil ungkap Polsek jajaran.

"Semuanya ada 76 orang tersangka yang berhasil diamankan. 72 tersangka merupakan laki-laki dan 4 orang perempuan. Dengan rincian, pengedar 15 orang, kurir 32 dan pemakai 29 orang," jelasnya.

Dari para tersangka ini, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa sabu-sabu dengan berat total keseluruhan kurang lebih 246,89 gram.

Darman menguraikan, para tersangka berasal dari berbagai kalangan dan profesi. Mulai dari swasta, pelajar/mahasiswa, nelayan, petani, pengangguran, ibu rumah tangga (IRT) hingga pegawai negeri sipil (PNS).

Baca Juga : Terungkap, Motif Mediasi Arena Judi jadi Sumber Keuangan Lingkungan, Kok Bisa?

"Wiraswasta 43 orang, pelajar/mahasiswa 4, nelayan 5, petani 16, pengangguran 6, IRT dan PNS masing-masing 1 orang," bebernya.

Para tersangka dijerat Pasal 112 dan 114 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 hingga maksimal 20 tahun penjara.