Klepon (Foto:  masakapahariini.com)
Klepon (Foto: masakapahariini.com)

Sempat heboh jajanan tradisional klepon disebut sebagai makanan yang tak islami, kini muncul klepon 'hijrah' yang berisi kurma.  

Klepon 'hijrah' tersebut merupakan hasil buatan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Entrepreneur Al Mawaddah yang terletak di Honggosoco Kecamatan Jekulo, Kudus.  

Baca Juga : Singgah di Tuban, Rugi Tak Nikmati Sensasi Makan Bakso Rasa Lobster

Dijelaskan oleh pengasuh pondok, Sofyan Hadi, pihaknya bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK).  

"Minggu lalu ada makanan khas yang di-bully, katanya tidak islami. Karena BLK di bawah pesantren akhirnya santri punya usul, gimana kita bikin klepon yang islami. Akhirnya bikin adat Jawa lama ini, klepon isinya kurma," ujar Sofyan.

Makanan klepon hijrah buatan santri Ponpes Al Mawaddah, Kudus
Foto: detik.com

Ia lantas mengatakan jika klepon hijrah ini merupakan perpaduan dua akulturasi budaya, yakni Jawa dan Arab.  

"Kurmanya bukan utuh, kurmanya sudah diblender," jelas Sofyan.  

Kendati demikian, klepon hijrah tidak meninggalkan ciri khasnya yakni ada perpaduan gula aren.  

Sofyan juga menyebutkan jika klepon ini terbilang unik. Lantaran makanan tradisional ini sangatlah sederhana dan mencerminkan tradisi lokal. Terutama menjaga nilai-nilai adab asli Indonesia.  

Baca Juga : Viral Klepon Disebut Makanan Tak Islami, Gus Miftah Bandingkan dengan Babi dan Kurma

"Klepon unik, karena kesederhanaan, bahan makanan lokal. Kalau makan klepon tidak boleh ngomong kalau makan klepon sambil bicara akan bisa muncrat," papar Sofyan.  

Dikatakan Sofyan, sejak membuat klepon hijrah, kini banyak pesanan yang datang.