Ketua umum PMII Bangkalan Arif Qomaruddin menyampaikan temuan bahwa ada pungutan liar (Pungli) terhadap insentif guru ngaji dan Madin di beberapa kecamatan.
Ketua umum PMII Bangkalan Arif Qomaruddin menyampaikan temuan bahwa ada pungutan liar (Pungli) terhadap insentif guru ngaji dan Madin di beberapa kecamatan.

Indikasi temuan pungutan dana bantuan untuk guru ngaji dan madrasah diniyah (Madin) membuat aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Bangkakan tak henti-hentinya melakukan pengawalan.

Temuan-temuan itu disampaikan oleh Ketua Umum PMII Bangkalan Arif Qomaruddin, bahwa ada pungutan liar (Pungli) terhadap insentif guru ngaji dan madin di beberapa kecamatan.

Baca Juga : Rem Blong, Fuso Tabrak Dua Sepeda Motor, Satu Pengendara Tewas

"Temuan kami bahwa di bawah ada pungli terhadap insentif guru ngaji dan madin, padahal insentifnya hanya sedikit, kok masih diambil," ujarnya, Rabu (05/08/2020) di Ruang Banggar DPRD Bangkalan.

Tidak hanya itu, Arif meminta agar instansi terkait agar tidak menutup mata, artinya harus menindak tegas atas temuan- temuan PMII terhadap insentif guru ngaji dan madin.

"Ini bukan main-main, harus ditindak tegas agar kesejahteraan guru ngaji dan madin benar-benar bisa dinikmati," imbuhnya usai hearing bersama Disdik dan Komisi D.

Menanggapi itu Koordinator Tim Verifikasi dan Validasi (verval) Guru Ngaji dan Madin Kabupaten Bangkalan Moh. Kamil mengutarakan, terkait indikasi temuan PMII pihaknya akan melakukan perbaikan.

"Kami akan melakukan perbaikan nanti terkait indikasi itu, makanya nanti saya akan minta data ke temen-temen PMII," ucapnya.

Tapi yang jelas, Kamil sapaan lekatnya mengaku, dari tahun ke tahun pihaknya selalu melakukan perbaikan hingga dia melibatkan pihak Departemen Agama (Depag) untuk melakukan perbaikan.

"2019 lalu pada triwulan ke empat kami bersama Depag memverifikasi kebenaran terkait data-data yang ada, sehingga data itu sebagai dasar kita," imbuhnya.

Baca Juga : Mahasiswa Lamongan Melawan, Tuding Raperda RTRW Kabupaten Lamongan hanya Untungkan Investor

Ditanya perihal berpindahnya bantuan insentif guru ngaji dan madin, dia menegaskan bahwa itu berkaitan dengan kuota penerima insentif tersebut.

Sehingga dalam perbaikannya itu kata dia, ada peralihan penerima, semisal si A tahun ini dapat maka besar kemungkinan di tahun selanjutnya si B yang dapat.

"Artinya, semisal di Blega jumlah kuota 16 sedangkan yang daftar 20 maka nanti kemungkinannya akan diroling pertahunnya untuk sisa yang empat itu," jelasnya.

Melihat jumlah guru ngaji dan madin di Bangkalan Kamil menerangkan, kurang lebihnya 30 ribu, sedangkan yang tercover mendapatkan insentif guru ngaji dan madin hanya 9,342.

"Guru ngajinya 4,927 dan guru madinya 4,514 sehingga dari total itu yang belum tercover guru ngaji dan madin di Bangkalan sekitar 20,658, makanya sisanya itu harus nunggu giliran," pungkasnya.