Kapolres Sumenep AKBP Darman saat dikonfirmasi di Mapolres setempat (Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)
Kapolres Sumenep AKBP Darman saat dikonfirmasi di Mapolres setempat (Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)

Memasuki era New Normal, pemerintah dan aparat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur semakin gencar memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga.

Seperti halnya yang dilakukan Polres Sumenep, untuk menegakkan kedisiplinan terhadap masyarakat. Polres akan menggelar kegiatan penertiban bermasker yang akan diawali dari anggotanya.

Baca Juga : 239 Warga Binaan Lapas Tulungagung Terima Remisi Kemerdekaan, 16 Langsung Bebas

"Saya sudah jelaskan pada anggota, bahwa anggota saya mulai hari ini dan besok apabila tidak memakai masker, baik di lingkungan tugasnya kita tindak sanksi administrasi. Mungkin bisa Push Up atau bersih-bersih," ungkap Kapolres Sumenep AKBP Darman, Selasa (18/8/2020).

Darman mengatakan, kegiatan ini akan digelarnya selama satu bulan ke depan terhitung mulai tanggal 14 Agustus hingga 14 September 2020. Sasarannya adalah warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan sebagaimana Inpres no 6 tahun 2020.

"Selama sebulan ke depan merupakan pendisiplinan pada masyarakat, namun bersifat edukatif. Jadi masyarakat dapat sanksi sosial juga dapat masker," paparnya.

Sedangkan dari tanggal 25 September 2020 ke depan, bagi warga yang tetap bandel tidak mematuhi protokol kesehatan berupa pemakaian masker dan sebagainya, maka akan dikenakan sanksi administrasi.

Baca Juga : Seru dan Uniknya Warga Tulungagung Peringati HUT RI, Ramai di Dunia Maya

"Itu sudah mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) No. 55 tahun 2020, bahwa ada sanksi administrasi maksimal Rp 100.000-," jelas Kapolres Darman.

Pihaknya berharap, upaya ini dapat dukungan dari masyarakat Sumenep. Sebab, sekeras apapun bersosialisasi jika masyarakat tidak mematuhi anjuran pemerintah, maka hasilnya tidak akan maksimal. "Mematuhi dan mengikuti protokol kesehatan merupakan vaksin untuk covid-19," pungkasnya.