Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait Peraturan-Bupati-Perbup-Nomor-46-Tahun-2020 berisi tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19
Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait Peraturan-Bupati-Perbup-Nomor-46-Tahun-2020 berisi tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19

Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, sebentar lagi akan menerapkan sanksi bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Sanksi itu berupa sanksi administratif dan sosial nantinya akan tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 46 Tahun 2020.

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron menyatakan, Perbup itu sebagai tindaklanjut dari Inpres Nomer 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Baca Juga : Ada Patroli Masker, Kain Lap dan Kerudung pun Jadi Alternatif untuk Hindari Razia

"Namun sebelum ditetapkan karena akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu," ujar Ra Latif kepada sejumlah wartawan, Selasa (18/08/2020).

Ra Latif menyebutkan, sosialisasi terkait aturan tersebut akan dilakukan secara masif. Pasalnya, dalam Perbup itu terdapat sanksi yang akan diterapkan.

Selain itu kata Ra Latif, Perbup itu nanti mengandung poin-poin yang harus ditambahkan. Termasuk sanksi untuk masyarakat yang tidak memakai masker. "Sanksi atau denda yang akan diterapkan bisa berupa materi atau sanksi sosial. Jadi bersinergi atau seiring dengan peraturan yang di atasnya yang akan dilakukan," kata dia.

Baca Juga : Dekat Dengan Netizen, Ungkapan Duka Terus Mengalir Untuk Almarhum Catur Budi Baskoro

Namun, pihaknya mengaku, hal ini tentunya perlu peran serta seluruh elemen termasuk pers untuk menyampaikan ke masyarakat pentingnya disiplin. "Sebab, vaksin paling utama adalah disiplin," pungkasnya.