Mantan kiper Deltras yang juga anak didik Alm. Djoko Susilo, Yanuar Tri Firmanda (Instagram @yanuarfirmanda31)
Mantan kiper Deltras yang juga anak didik Alm. Djoko Susilo, Yanuar Tri Firmanda (Instagram @yanuarfirmanda31)

Kepergian pelatih senior Djoko Susilo juga turut dirasakan oleh mantan kiper Deltras Sidoarjo, Yanuar Tri Firmanda. Dia menganggap sosok tersebut merupakan salah satu pelatih yang bisa membawa banyak pemain kelahiran Kabupaten Malang bisa menjadi pesepak bola nasional.

Masih mengenang kepergian pelatih kawakan Djoko Susilo pada Sabtu (22/8/2020) kemarin. Pelatih yang pernah menangani Persiwa Wamena, PSCS hingga Madura United itu merupakan sosok yang sangat percaya dengan kemampuan putra daerah Kabupaten Malang. Kedisiplinan membuat Djoko Susilo sangat dikagumi anak didiknya dan membuat mereka bisa melenggang ke tim besar di Indonesia.

Baca Juga : Selamat Jalan Coach Djoko Susilo, Pelatih Kawakan yang Banyak Melahirkan Pemain Potensial

Salah satu anak asuh Djoko Susilo, Yanuar Tri Firmanda mengatakan sosok pelatih kelahiran Dampit tersebut memang menjadi kunci kesuksesan dirinya. "Memang coach Djoko ini yang membawa saya hingga jadi pesepak bola profesional. Mungkin tanpa dia saya tidak jadi pemain, memang dia yang menemukan saya," ujar Yanuar kepada media ini.

Yanuar sendiri dari pengakuannya, memiliki ikatan emosional yang cukup tinggi dengan Djoko Susilo. Karena mulai dari mengikuti sekolah sepak bola di SSB Kaki Mas Dampit, Kabupaten Malang, Yanuar sudah ditangani oleh pelatih kawakan tersebut. "Barengan saya itu dulu, Sukasto Efendi, Kasiadi, lalu ada di bawah umuran saya itu Dodit Fitrio Efendi, Ilham Irhaz dan masih banyak lagi," kata Yanuar.

Menurut Yanuar, pemain didikan Djoko Susilo yang sudah bergabung di tim Indonesia ini sudah tidak kaget dengan kedisiplinan tinggi dari pelatih yang menangani tim yang dibelanya. Hal itu karena mereka sudah merasakan kedisiplinan tinggi saat Djoko Susilo melatih di SSB Kaki Mas.

"Dulu itu, kalau pemain mau ikut turnamen lalu telat satu menit saja pasti ditinggal. Meski beliau (Alm Djoko Susilo) membawa sembilan pemain, ya itu saja yang dimainkan, yang telat ya pasti tidak mungkin bisa masuk tim," kenang Yanuar.

Baca Juga : Setelah Bauman, In-Kyun Mundur dari Arema FC

Selain itu, Yanuar juga menuturkan bahwa sosok Djoko Susilo menyukai pemain yang tidak mudah menyerah. Bahkan jika ada salah satu pemainnya yang manja, meski memiliki skill bola cukup bagus, tidak ada jaminan untuk dibawa ke jenjang berikutnya.

"Alm coach Djoko ini suka pemain yang tidak manja, maka dari itu dia suka pemain asli Malang, karena tidak ada yang manja. Kalau punya pemain manja, meski bagus gak kepake dia. Itu ciri khasnya," tutup Yanuar kenang sosok Alm. Djoko Susilo.