Tim Gabungan dari Satpol PP bersama TNI dan Polri saat sisir hotel di Sumenep (Foto: Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)
Tim Gabungan dari Satpol PP bersama TNI dan Polri saat sisir hotel di Sumenep (Foto: Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)

Tim gabungan dari TNI dan Polri yang dikomandani Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumenep gelar razia. Kali ini, sasaran mereka yakni sejumlah hotel, dan kos-kosan atau indekos.

Menurut Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Linmas Satpol PP Sumenep Fajar Santoso, razia bersama tim gabungan ini, merupakan kegiatan rutin yang biasa dilakukannya.

Baca Juga : Knalpot Brong Mulai Marak Lagi, Satlantas Polres Lumajang Siap Gelar Razia Dadakan

Selain itu, kata dia, dalam rangka menertibkan Kota Keris dari penyakit masyarakat (Pekat) seperti maksiat yang bisa mencoreng nama daerah.

"Setelah kita datangi dan periksa, hotel maupun kos-kosan rata-rata sepi. Paling cuma ada dua orang, bahkan ada hotel yang tidak ada pengunjungnya sama sekali," kata Fajar Santoso dihadapan media, Kamis (27/8/2020).

Meski tidak mendapatkan hasil. Namun sebagai aparat harus tetap memberikan pengawasan terhadap pengusaha, agar mereka terus menjaga usahanya dari hal-hal yang tidak kita inginkan.

"Apalagi kita ada operasi pagi dan malam, iya harus kita lakukan karena juga laporannya harus lengkap. Kita akan terus melalukan pengawasan terhadap hotel dan kos-kosan ada di Sumenep, sehingga bersih dari perbuatan yang tidak diinginkan," jelasnya.

Untuk itu, Fajar mengaku seringkali memberikan pemahaman serta imbauan kepada pemilik hotel dan kos-kosan untuk berhati-hati dalam menerima tamu.

Baca Juga : Gara-Gara Alarm Motor Dimatikan, Penyiar Radio Ini Jadi Korban Curanmor

"Iya itu, semisal menerima kartu tanda penduduk (KTP) dari tamu pasangan suami istri, silahkan cek dulu orangnya jangan langsung terima. Paling tidak harus di sesuaikan dengan surat nikahnya," tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Fajar, berkenaan dengan penanganan Covid-19 di Sumenep, bagi tamu yang datang diharuskan untuk dicek apakah sudah memenuhi protokol kesehatan.

"Kita juga minta pengelola hotel menyediakan tempat untuk cuci tangan dan hand sanitizer. Utamanya sedia masker agar para tamu yang datang tidak gagal menginap gara-gara tidak pakai masker," pungkasnya.