Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan Bambang Budi Mustika, saat diwawancari oleh sejumlah awak media (foto/redaksi bangkalantimes.com)
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan Bambang Budi Mustika, saat diwawancari oleh sejumlah awak media (foto/redaksi bangkalantimes.com)

BANGKALANTIMES - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, hingga saat ini masih belum memperbolehkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka. Sebab, Bangkalan masih berstatus zona orange.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan Bambang Budi Mustika mengatakan, untuk bisa melakukan KBM tatap muka, sekolah harus mengajukan proposal kepada Disdik Bangkalan.

Baca Juga : Buku Panduan Salawat Terbit, Ini Harapan Wabup Jember

Semisal kata Bambang, salah satu kecamatan sudah berstatus zona kuning. Pihaknya menyebutkan sekolah tetap harus mengajukan proposal yang isinya terdapat persejujuan Pemda, kepala sekolah, komite dan persetujuan wali siswa.

Tidak hanya itu, Kadisdik itu juga menekankan, sekolah harus juga didukung dengan sarpras yang sesuai dengan Protokol kesehatan (Prokes). "Sekolah juga harus mewajibkan area wajib masker," ujar Bambang, Rabu (02/09/2020).

Sementara ini, Bambang mengaku proposal pengajuan KBM tatap muka sudah banyak yang  masuk. Sehingga dia menjelaskan, untuk seleksinya. Pihaknya akan bekerja sama dengan pihak kepolisian Polres Bangkalan.

"Karena Polres itu nantinya akan melakukan seleksi lagi, melalui Polsek-Polsek untuk proses validasi lagi. Ada, apa tidak?, Thermo Gun itu wajib, terus sarprasnya harus memenuhi syarat protokol kesehatan semua," katanya.

Jika nanti ke depan Bangkalan terlepas dari zona orange, entah menjadi kuning atau bahkan hijau, dimungkinkan kata dia, Bupati akan melakukan rapid tes dulu terhadap guru-guru di semua kecamatan di Bangkalan.

Baca Juga : Formula Studi Pascasarjana, Rektor UIN Malang: Enjoy, Cepat Pintar Cepat Selesai, Tak Mahal

Makanya saat ini dia menyebutkan, masih persiapan saja. Perihal pengajuannya, semua kecamatan kata dia diperbolehkan mengajukan, meskipun zona orange sekalipun. "Tapi, kalau masih zona orange pasti nanti tidak akan disetujui, tapi kalau di wilayah itu sudah kuning, ya langsung disetujui," pungkasnya.

Diketahui, perihal ujian semester atau ujian lainnya, Bambang mengatakan sementara ini menyesuaikan dengan sekolah,  sehingga tidak ada penekanan penyesuaian kurikulum, karena kata dia saat ini masih dalam kondisi darurat.

“Intinya, murid mengikuti terhadap sekolah, maka tidak ada istilah murid tidak naik kelas dan tidak ada istilah murid tidak lulus, khusus tahun 2020. Bisa dikatakan kelas istimewa,” kata dia.