BLT (Foto:  Arkana Finance)
BLT (Foto: Arkana Finance)

Diketahui saat ini pemerintah telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada pegawai yang memiliki gaji di bawah Rp 5 juta. BLT tersebut senilai Rp 600 ribu per bulan dan akan diterima selama empat bulan.  

Pencairan BLT ini akan dibagi menjadi dua tahap yang masing-masing akan menerima Rp 1,2 juta. Uang tersebut pun kini sudah mulai disalurkan kepada para pegawai secara bertahap.  

Baca Juga : Ada Apartemen Studio Luas, Hanya Rp 300 Juta-an, Cara Bayar Suka-Suka Anda, Mau?

Terkait hal ini, beredar kabar jika pemerintah berencana akan melanjutkan program subsidi BLT tersebut di tahun 2021.  

Namun, keberlanjutan program subsidi ini akan terealisasi bila pelaksanaanya saat ini dinilai efektif dan mampu mendongkrak kinerja perekonomian nasional di semester II 2020.

Disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah jika program subsidi ini memang dirancang dan dialokasikan anggarannya di tahun 2020 yang masuk dalam program baru yakni Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).  

Kendati demikian, kemungkinan akan dilanjutkan pemerintah apabila pelaksanaannya saat ini dinilai positif bagi perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, keberlanjutan program ini juga akan didorong oleh dinamika ekonomi tahun depan.  

"Bagaimana untuk tahun 2021, tentu yang pertama kita melihat efektivitas program ini untuk mendongkrak kepentingan nasional kita dan tentu saja kita akan melihat bagaimana kondisi perekonomian di tahun 2021," ujar Ida Fauziah.  

Baca Juga : Taman Tirta Malang Punya Edisi Rumah Murah Angsuran 900 Ribu-an, Mau?

Lebih lanjut Ida juga mengatakan jika pemerintah akan terus melakukan evaluasi. Rencana ini rupanya juga disambut baik oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto.  

Ia mengatakan pihaknya tetap menyambut baik keputusan pemerintah untuk memperpanjang bantuan subsidi ini.  

Bahkan, Agus juga memperkirakan jika akan ada penambahan peserta penerima upah, dimana tentunya mereka adalah para pegawai yang bergaji di bawah Rp 5 juta.  

"Kami menyambut baik wacana Pemerintah memperpanjang program tersebut. BPJamsostek siap menyediakan data sesuai skema, mekanisme dan kriteria yang akan ditetapkan pemerintah nantinya," ujarnya.