Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Kisah Rasulullah SAW saat hendak menangkap jin Ifrit tentu sudah banyak didengar oleh sebagian besar muslim di dunia. Namun niat Rasulullah SAW untuk menangkap dan mengikat jin itu kemudian urung dilakukan Rasulullah SAW lantaran beberapa alasan.

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha dalam sebuah kajian menyampaikan, awal mula Rasulullah SAW hendak menangkap jin Ifrit adalah ketika jin tersebut menganggu salat Rasulullah SAW. Jin Itu kemudian hendak ditangkap Rasulullah SAW dan akan diikat di salah satu tiang masjid.

Baca Juga : Begini Awal Nabi Sulaiman Disebut Tukang Sihir oleh Yahudi

Tujuan Rasulullah SAW saat itu adalah untuk menjadikan jin tersebut mainan anak-anak di Madinah. Namun saat memegang jin Ifrit tersebut, Rasulullah SAW langsung teringat dengan doa yang diucapkan oleh Nabi Sulaiman.

“Akhirnya jin tersebut dilepaskan oleh Rasulullah SAW.”

Sementara Itu, dalam Hadits Riwayat Bukhari disebutkan Rasulullah SAW berkata, "Sesungguhnya Ifrit dan bangsa jin tadi malam menampakkan diri kepadaku, atau dengan kalimat lain seperti itu, untuk memotong salatku. Maka, Allah memberikan kemungkinan kepadaku untuk menangkapnya, aku ingin mengikatnya pada salah satu tiang dari tiang-tiang masjid sehingga waktu pagi agar kalian semua dapat melihatnya. Tapi, aku teringat ucapan saudaraku Sulaiman (dalam doanya), "Ya Allah! Ampunilah aku dan beri lah aku kerajaan yang tidak layak bagi seorang pun setelahku. “Maka, Allah mengembalikan Ifrit dalam keadaan hina.”

Sementara itu, dalam riwayat lain disebutkan jika Rasulullah SAW Rasulullah SAW menggambarkan jika para jin terbagi dalam tiga golongan. Ke tiganya adalah golongan yang bisa terbang di udara, golongan ular dan anjing, serta golongan yang bermukim dan hidup berpindah-pindah.

Disebutkan pula jika jin dapat berubah wujud. Meskipun pada dasarnya memang tak dijelaskan di dalam Al-Quran secara mendetail. Meski begitu, berbagai riwayat mengenai keberadaan jin yang menyerupai manusia maupun hewan telah banyak dikisahkan.

Baca Juga : Atas Nama Cinta, Pria Ini Rela Berikan Nyawa Bagi Pria Lain

Salah satunya adalah kehadiran jin dalam peperangan Badar. Saat itu, jin dan iblis menjelma sebagai manusia yang ditakuti oleh kaum Quraisy. Namun saat peperangan dimulai, Rasulullah SAW melemparkan tanah ke muka orang-orang musyrik tersebut sehingga membuat mereka kacau balau.

Sementara Malaikat Jibril menghampiri jin yang menyerupai Suraqah, yaitu tokoh yang ditakuti orang Quraisy yang tengah memegang tangan orang musyrik. Sehingga jin tersebut lari bersama dengan kelompoknya untuk meninggalkan medan perang.