Cabup Pohuwato Kumpulkan Massa (Twitter Irwan2yah)
Cabup Pohuwato Kumpulkan Massa (Twitter Irwan2yah)

Media sosial kini dihebohkan dengan video aksi calon Bupati Pohuwato, Gorontalo yang menggelar deklarasi. Yang membuat geger yakni deklarasi tersebut diketahui telah mengumpulkan massa yang berpotensi menularkan virus Covid-19.  

Tentunya aksi tersebut melanggar protokol kesehatan yang ditentukan oleh pemerintah. Dari video yang beredar, tampak kumpulan massa yang begitu padat berkumpul.  

Baca Juga : Usai Mendaftar, Bupati Faida Umumkan Cuti 71 Hari selama Kampanye

 

Banyak dari mereka yang tidak menggunakan masker dan tentunya tidak menjaga jarak. Selain itu, mereka juga mengundang salah satu penyanyi dangdut untuk menghibur para massa tersebut, yakni Janeta Janet.  

Aksi itu pun membuat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memberikan terguran kepada Bupati Pohuwato Syarief Mbuinga.  

Surat bernomor 360/Kesbangpol/1491/2020 yang ditandatangani Wakil Gubernur Idris Rahim ini menegur Bupati Pohuwato dan meminta pelaksanaan proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) lebih memperhatikan protokol kesehatan sebagaimana amanah PKPU nomor 6 tahun 2020.

Surat itu berdasarkan hasil pemantauan deklarasi pasangan calon bupati dan wakil bupati Pohuwato.  

Diketahui, dua pasangan calon yakni Iwan Adam dan Zunaidi Z Hasan (Ber-IMAN) serta paslon Saiful A Mbuinga dan Suharsi Igirisa (SMS) yang telah melakukan deklarasi tersebut.  

Ber-IMAN diketahui menggelar deklarasi di lapangan Buntulia Utara Kecamatan Buntulia.  

Sementara paket SMS melakukan deklarasi di Stadion Olahraga Panua Kecamatan Marisa.

“Sehubungan dengan hal tersebut, disampaikan kepada Bupati Pohuwato agar dalam pelaksanaan tahapan Pilkada selanjutnya agar dapat menerapkan protokol kesehatan,” bunyi surat tertanggal 4 September 2020 itu yang dirilis Humas Provinsi Gorontalo.

Salah satu akun Twitter yang mengunggah video deklarasi tersebut ialah @Irwan2yah.

Baca Juga : Soal Polemik "Sumbar Dukung Pancasila", Ustaz Abdul Somad: Masyarakat Sumbar Pancasilais

 

 

Tak ayal video itu pun langsung dibanjiri kritikan oleh warganet. Bahkan ada yang meminta agar kedua pasangan calon didiskualifikasi lantaran aksinya bisa memicu penyebaran Covid-19.  

@syahirularif: "Seharusnya paslon ini didiskualifikasi krn tlh dg sengaja mengabaikan prokes Covid. Scr tdk lgsg jk diantara mrk ada yg + dan kmd smp ada yg meninggal mk kegiatan ini tlh sm sj dg mengakibatkan kematian seseorg atau bbrp org."

@Darsana09681549: "Paslon gak bisa ikutin aturan diskualifikasi saja lah... Belum menjabat gak bisa ikut aturan, jadi pejabat bisa jadi berpotensi bengkokan aturan.."

@adit85_: "Ckckck hari ini sudah 194K kasus positif. Mau nambah jadi berapa lagi sih? 250K? Atau 500K?Masyarakat kurang hiburan, kurang edukasi atau kurang ngotak sih?"

@kuntring_deddy: "Ketika nanti Nakes kewalahan menangani pasien positif, janganlah menyalahkan pemerintah. Itu akibat hal2 konyol spt ini."

@yoshyosh12: "Hem.... Kok masih Ada yg bgini? Padahal Kan dah Ada aturannya GAk blh rame2 kl kampanye. Apa mungkin kurang sosialisasi praturan yg disampekan itu?"