Mahfud, Anggota Komisi C DPRD Jatim (foto/ Redaksi Bangkalantimes.com)
Mahfud, Anggota Komisi C DPRD Jatim (foto/ Redaksi Bangkalantimes.com)

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Daerah Pemilihan XI yakni Madura Mahfud, serap aspirasi dari pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), koperasi dan pengrajin Batik Madura, Jumat (17/09/2020).

Politikus partai berlogo kepala banteng itu juga mengundang Bank UMKM Jatim untuk mengetahui keberadaan dan fungsinya Bank UMKM di Kabupaten Bangkalan.

Baca Juga : Tompi Curhat Soal Dampak Positif Pandemi, Kepala BI Malang Beri Motivasi Pelaku Ekraf

Mahfud menyebutkan, adanya Bank UMKM ini nantinya bisa membantu masyarakat dalam menghidupkan usaha menengah yang ada di Bangkalan.

"Apalagi saat ini musimnya virus corona, tentu dengan adanya bank UMKM ini harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha agar usahanya tidak begitu terpuruk," ujarnya usai lakukan serap aspirasi di halaman Ponpes Nurul Cholil Bangkalan.

Namun, selama ini keberadaan Bank UMKM di Bangkalan masih belum begitu dikenal oleh masyarakat. Karena dia menilai kurangnya Bank UMKM menjemput bola, artinya kata dia, pihak Bank harus ke bawah untuk sekedar menawarkan terhadap pelaku usaha menengah di bawah.

Padahal, Bank tersebut menurutnya tergolong Bank yang bunganya lebih murah ketimbang Bank lainnya. Karna kata dia, modal dari bank itu dari Pemerintah Provinsi (Pemprov).

"Makanya hari ini, saya mencoba untuk mengenalkan itu kepada pelaku usaha, sekalian mengajak pihak Bank untuk terua berupaya ke bawah agar lebih dikenal," imbuhnya.

Selain itu, ke depan pihaknya akan mengupayakan untuk menambahkan modal untuk Bank UMKM, karna menurutnya saat ini banyak pelaku usaha yang terdampak covid, tentunya banyak pula yang memerlukan modal.

"saya akan upayakan itu kepada pemprov demi pengusaha di bawah," pungkasnya.

Baca Juga : Apartemen The Kalindra Malang Segera Dibangun Dekat Tol, Beli Sebelum Harga Naik

Sementara itu, Ari Sukma Handayani Pemimpin Bank UMKM Jatim Cabang Bangkalan mengatakan, memang banyak masyarakat yang belum mengenal Bank ini.

Namun pihaknya akan terus berupaya mengenalkan Bank UMKM untuk pelaku usaha menengah di Bangkalan. "Setelah mereka kenal, baru nanti akan kami tawarkan produk kami, khsusnya untuk para pelaku usaha, agar tidak ragu-ragu lagi dalam menjaminkan usahanya," cetusnya.

Tidak hanya itu, dia mengatakan, akibat wabah pandemi ini, pihaknya lebih berhati-hati dalam memberikan pinjaman, bahkan dia lebih kepada untuk memberikan relaksasi atau keringan saja.

"Karna dalam kondisi saat ini banyak yang tidak bisa membayar, sehingga kami lebih berani memberikan relaksasi saja, di Bangkalan sendiri yang mendapat relaksasi mencapai 200 nasabah, dengan nilai hampir 20M," tutup dia