Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dua tahun sudah AT  merantau ke Malaysia. Begitu dapat kesempatan pulang, pria asal salah satu desa di Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung,  itu tentu saja diselimuti kebahagiaan.

Bagaimana tidak. Sekian tahun AT memendam rindu sama anak istri. Karena itu, AT meminta kepada istrinya agar dijemput di Bandara Juanda Surabaya, tempat dirinya turun setelah terbang dari Kuala Lumpur.

Baca Juga : Listrik Sering Padam, Barisan Pemuda Bangkalan Demo PLN

"Komunikasi berjalan baik-baik saja selama dua tahun saya tinggal. Bahkan sehari bisa tiga kali telepon," kata AT saat menceritakan kisahnya, Rabu (30/09/2020).

Saat dirinya berangkat dua tahun lalu, anak pertamanya berusia 5 tahun. Sedangkan anak kedua  AT  baru berusia beberapa bulan. "Niat saya bekerja untuk mencari nafkah buat keluarga. Apalagi anak saya masih kecil," ujarnya.

Karena semangatnya, AT mengaku bekerja keras banting tulang tanpa lelah bekerja di sektor bangunan. "Semua gaji yang saya terima juga saya kirimkan ke keluarga. Untuk makan, hanya secukupnya di sini," ungkap dia.

Karena ada pandemi covid-19, AT harus menunggu saat yang tepat untuk pulang ke Indonesia. Setelah dirasa aman, awal September 2020 ini dirinya pulang dan semua berjalan secara normal.

Namun, dua hari di rumah, AT mulai mencium kabar tak sedap. Dia  mendapat bisik-bisik tetangga bahwa istri yang sangat dicintainya, sebut saja Bunga (25), belum lama ini telah melahirkan anak ketiga. Tentu saja anak ketiga Bunga itu bukan dari benih AT.

"Tidak begitu saja percaya, saya selidiki dan saya cari informasi dari tetangga lain, termasuk perangkat desa. Ternyata kabar itu benar. Saya benar-benar shock," ungkapnya.

Kemudian istri dan mertua AT juga dikumpulkan dan diminta menjelaskan semua yang terjadi. Meski awalnya berusaha menyembunyikan dan menyangkal fakta-fakta yang dimiliki AT, akhirnya Bunga mengakui kelahiran anak ketiga karena hubungan gelap dengan selingkuhannya.

Baca Juga : Guru Cumbui Istri TKI Taiwan di Kelas, Kasek dan Pengawas Dipanggil Disdikpora Tulungagung

"Sejak itu saya bawa anak pertama pulang ke rumah orang tua saya. Benar-benar sakit dan kecewa hati ini," keluh AT.

Yang lebih tragis, saat AT meminta rekening istrinya, dikatakan uang ratusan juta yang dikirimkannya kini hanya tersisa 140 ribu rupiah.

"Saya telah temukan nomor lelaki yang mengganggu istri saya. Bahkan saya telah komunikasi. Namun, memang saya tidak ingin menemui orang sebejat itu," imbuhnya.

Bahkan, anak hasil persalinan yang dilakukan Bunga hingga kini masih disembunyikan. "Anak yang dia lahirkan juga belum bisa saya temukan," katanya.

Saat ini AT telah mendaftarkan perceraiannya ke Pengadilan Agama Tulungagung. Dia juga mempertimbangkan untuk melayangkan delik aduan ke polisi atas perilaku bejat istri dan pria yang telah merusak rumah tangganya.