Tampak, Korban didampingi oleh Mutmainnah. Koordinator psikologis korban pelecehan seksual Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Kabupaten Bangkalan. (foto/istimewa)
Tampak, Korban didampingi oleh Mutmainnah. Koordinator psikologis korban pelecehan seksual Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Kabupaten Bangkalan. (foto/istimewa)

BANGKALANTIMES - Lagi-lagi proses rekonstruksi terhadap kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah (Kepsek), yakni MS (44) warga Barekeng, Kecamatan Klampis, Bangkalan, nampaknya digagalkan lagi oleh pihak kepolisian.

Padahal menurut keterangan korban, sebut saja NS (24) warga Kecamatan Klampis, hari ini merupakan jadwal kedua untuk dilakukan rekonstruksi, tapi malah digagalkan lagi oleh pihak Kepolisian. "Tadi malam, sudah dihubungi sama saya Mas, terkait rencana rekonstruksi hari ini, bahkan janjinya pukul 11.00 Wib, namun belum juga datang," ujar Korban kepada Bangkalantimes.com, Rabu (14/10/2020).

Baca Juga : Fotografer Profesional ini Protes Karyanya Dicomot Calon Wali Kota Eri Cahyadi

Karena oleh Polisi dijadwalkan pukul 11.00 Wib, pihak korban bersama timnya berangkat ke lokasi rekonstruksi pukul 10.00 Wib, agar kata dia setelah sampai pada waktunya langsung bisa dilaksanakan rekonstruksi. "Dan ternyata gagal Mas, Polisinya malah tidak datang," ungkapnya dengan nada kecewa.

Korban mengaku, Polisi yang dalam hal ini sebagai penegak hukum dinilai kurang serius dalam menangani kasus tersebut.

Karena menurut dia, sudah dua kali dijadwalkan namun digagalkan terus oleh pihak kepolisian. "Kami sebagai korban berharap kepada penegak hukum agar kasus ini segera di selesaikan," lanjutnya.

Jika kasus ini tidak segera diselesaikan, korban merasa khwatir, kalau kasus ini mandek atau tidak jalan. Bahkan kata dia, tidak menutup kemungkinan, nantinya pelaku akan mengulangi aksi bejadnya kepada para siswa/siswinya. "Pelaku ini statusnya sebagai kepala sekolah di SMP dan juga sebagai tokoh agama, pun juga dia merupakan salah satu pengurus organisasi Islam d Bangkalan," lanjutnya.

Kalau hal ini dibiarkan pelaku akan menganggap perbuatannya sebagai tindakan biasa. Padahal perbuatan tersebut adalah kejahatan yang serius yang dapat meresahkan masyarakat.

Baca Juga : Minta Jaminan Keamanan, Puluhan Wartawan Datangi Kapolresta Banyuwangi

Selanjutnya pihak kepolisian masih menjadwalkan lagi nanti di hari Sabtu mendatang, dengan waktu yang sama yakni pukuk 11.00 Wib.

"Jadi kita masih sepakat memberikan kesempatan ketiga ke pihak kepolisian, tetapi kalau nanti ini digagalkan lagi, akan saya laporkan ke Propam mas, karena saya kecewa Mas, merasa dipermainkan," pungkas korban.

Sedangkan Kasatreskim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja, hingga berita ini dinaikkan belum ada jawaban apapun setelah berusaha dihubungi via WhatsApp dan telepon.