Tampak, Bupati Bangkalan saat memberikan insentif guru ngaji dan madin secara simbolis kepada penerima manfaat di halaman Pendopo Agung Bangkalan (foto/Bangkalantimes.com)
Tampak, Bupati Bangkalan saat memberikan insentif guru ngaji dan madin secara simbolis kepada penerima manfaat di halaman Pendopo Agung Bangkalan (foto/Bangkalantimes.com)

BANGKALANTIMES - Raut muka Guru Ngaji dan Guru Madrasah Diniyah (Madin) terlihat semringah. Hal itu disebabkan, para guru ini telah menerima pencairan insentif tahap kedua yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron, di Pendopo Agung Bangkalan, Kamis (15/10/20200 sore.

Pemberian itu merupakan tahap kedua dan ketiga, yang biasanya diberikan pertiga bulan sekali. Namun untuk kali ini diserahkan secara langsung selama enam bulan. "Jadi pencairan saat ini langsung dua kali cair dengan besaran uangnya Rp. 1.200.000," ujar Bupati R. Abdul Latif Amin Imron, usai memberikan insentif.

Baca Juga : Kebut Penuntasan Perda, Satu Kali Rapat Paripurna, DPRD Trenggalek Gelar Dua Agenda Sekaligus

Adapun jumlah penerima manfaat insentif Guru Ngaji dan Madin se-Kabupaten Bangkalan, sebanyak 8.921 orang. "Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi penerima manfaat di tengah-tengah pandemi ini dan bisa meringankan beban mereka," imbuhnya.

Ra Latif menjelaskan, insentif ini merupakan janji politiknya, yakni memberikan bantuan insentif bagi seluruh Guru Ngaji dan Madin. "Ini bentuk janji kami, yaitu untuk memberikan kesejahteraan terhadap Guru Ngaji dan Madin di Bangkalan," katanya.

Untuk itu, dia berharap semoga ke depan para Guru Ngaji dan Madin tetap semangat dalam membimbing putra putri terbaik desa dengan pengetahuan keagamaannya.

Tidak hanya itu, Bupati memberikan santunan kematian juga kepada penerima insentif Guru Ngaji dan Madin melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Ra Latif pemberian itu berdasarkan kesadaran masing-masing penerima yang pada saat itu perolehan insentifnya juga didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. "Sehingga nantinya para Guru Ngaji dan Madin jika kecelakaan dan meninggal dunia, para Guru Ngaji dan Madin tersebut bisa menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan," kata dia.

Baca Juga : Buka Musda MUI Kabupaten Blitar, Pjs Bupati Budi Santosa Ajak Ulama Sinergi Bangun Daerah

Untuk itu, Ra Latif dalam kesempatan ini tidak memaksa kepada penerima insentif untuk ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, melainkan dia hanya berharap kesediaan dan kebesaran hatinya saja. "Jadi kalau mau ikut BPJS biayanya hanya kisaran 10.550 Ribu saja perbulan," pungkasnya.

Sekedar diketahui, dari 8.921 penerima insentif Guru Ngaji dan Madin yang ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 4.923.