Kakek hidup sebatang kara di rumah sempit nan kotor. (Foto: YouTube Jatim TIMES Network)
Kakek hidup sebatang kara di rumah sempit nan kotor. (Foto: YouTube Jatim TIMES Network)

Kisah haru dan memprihatinkan program Ngedum Ojir kali ini datang dari salah satu warga di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Ia adalah Sunarwi yang merupakan seorang pria pengangguran dan hidup sebatang kara.  

Istri Sunarwi sudah meninggal sejak 10 tahun lalu. "Sendirian, istri gak ada udah lama, sudah 10 tahun," cerita Sunarwi kepada Direktur JatimTIMES Network Lazuardi Firdaus dan General Manager Heryanto.

Baca Juga : Pencarian Balita Hilang Misterius di Bululawang akan Dihentikan, Petugas Pesimistis Masuk Irigasi

 

Saat ditanya apa pekerjaan sehari-hari, Sunarwi mengaku saat ini tidak memiliki pekerjaan. "Nganggur masihan. Biasanya nguli batu.  (Sekarang) sepi," ujarnya.

Sementara anak-anaknya kini sudah berumah tangga dan hidup di rumah masing-masing. Sunarwi mengatakan anak-anak tidak mau menemaninya yang hidup seorang diri.  

Namun, pria 68 tahun ini mengatakan, untuk kebutuhan sehari-hari, ia meminta kepada anaknya.  

Hidup sebatang kara membuat Sunarwi memilih untuk masak sendiri dan makan seadanya.  

Sementara kondisi rumah Sunarwi pun terlihat begitu sederhana dan kurang layak.  Tampak pula di bagian dapur terlihat sangat kotor dan tidak terawat.  

Dari kisah Sunarwi ini bisa dipetik pelajaran bahwa kita harus bersyukur masih mendapatkan rezeki lebih dari Allah SWT dan hidup layak.  

Dalam video, ada momen Firdaus memberikan bantuan kepada Sunarwi dan menyampaikan bahwa program Ngedum Ojir ini merupakan wujud syukur sekaligus kepedulian dari JatimTIMES dan juga para pembaca setia JatimTIMES terhadap masyarakat yang kurang beruntung.  

"Jumlahnya Insya Allah sekitar satu juta. Monggo diterima Pak Sunarwi," ujar Firdaus yang lantas berharap agar bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi Sunarwi untuk kehidupan sehari-hari.  

Mendapatkan bantuan, Sunarwi pun sangat berterima kasih.  

Baca Juga : Bapak Difabel 60 Tahun Cari Nafkah Jadi Loper Koran, Sehari Cuma Untung Rp 15 Ribu

 

Program Ngedum Ojir tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari pembaca JatimTIMES Network untuk kemudian bisa disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu. Para pembaca JatimTIMES Network pun bisa menyampaikan kepeduliannya dan turut berbagi dengan mendatangi atau menghubungi kantor JatimTIMES.

Dengan program ini, diharapkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat merasakan sedikit kebahagiaan. Serta memberikan inspirasi mengenai nilai-nilai kehidupan kepada pembaca setia JatimTIMES Network di mana pun berada.

Episode JatimTIMES Ngedum Ojir akan terus berlanjut untuk Berbagi Kebahagiaan dan Mengukir Senyuman.