H. Subaidi Anggota Komisi D DPRD Bangkalan (foto/ Istimewa)
H. Subaidi Anggota Komisi D DPRD Bangkalan (foto/ Istimewa)

Setelah beberapa waktu lalu ramai dengan usulan perubahan nama Stadion Gelora Bangkalan (SGB) menjadi Stadion Gelora Fuad Amin (SGFA), nampaknya tidak semua menyetujuinya.

Ketidaksetujuan itu datang dari Anggota DPRD Kabupaten Bangkalan, yakni H. Subaidi. Dia mengaku sangat tidak setuju jika nama stadion tersebut diganti dengan namanya Alm. Ra Fuad.

Baca Juga : 5 Ilmu Pelet dan Mantra yang Diyakini Ampuh di Tulungagung

Politisi partai Hanura itu beralasan, tidak setujunya perubahan nama itu dikarenakan, Ra Fuad selama memimpin Bangkalan tidak serta-merta memberikan nama begitu saja terhadap fasilitas negara.

Bahkan kata dia, Ra Fuad pada saat itu pastinya, penuh dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang, sehingga menemukan nama SGB tersebut. "Jadi bukan asal penamaan," ujarnya kepada sejumlah wartawan di Gedung DPRD Bangkalan, Senin (19/10/2020).

Abah Baidi sapaan lekatnya itu mengakui, selama ia mengabdi terhadap Ra Fuad, dirinya pernah menyaksikan mantan eks bupati 2 periode itu pernah diminta mengubah nama Gedung Negara di Bangkalan menjadi FA, namun tidak mau.

Melihat dari itu, Abah Baidi pun menegaskan, bahwa sebagai saksi hidupnya Ra Fuad, semua ini bentuk kemuliaannya dan ketidaksombongannya Ra Fuad.

"Maka dari itu, saya sangat tidak sepakat jika nama SGB itu diubah," ungkapnya.

Jika ingin memberikan penghargaan berupa pemberian nama Ra Fuad, pria asal Kecamatan Kamal ini pun mengusulkan Pemerintah Bangkalan untuk membangun gedung baru saja.

"Dari pada harus mengubah nama fasilitas negara, mending bangun gedung baru saja, baru sematkan nama beliau (Ra Fuad)," imbuhnya.

Baca Juga : Kisah Indekos Angker di Tulungagung, Bikin Merinding Penghuni

"Kalaupun nantinya tetap mau dirubah terserah, cuma saya sebagai saksi hidup yang mengabdi terhadap beliau tidak berkenan atau tidak sepakat," tegas dia.

Pria yang juga sebagai Anggota Komisi D ini pun mengaku tidak ingin menentang kebijakan Bupati Bangkalan, melainkan pihaknya hanya membela kebijakan Ra Fuad.

Karena ia mengaku, apa yang ia ucapkan itu tidak mengada-ngada, bahkan ia tahu sendiri bahwa semasa hidupnya Ra Fuad enggan untuk merubah nama gedung yang sudah ada namanya dengan nama Ra Fuad.

"Saya hanya hawatir saja, jika perubahan nama SGB ini dilanjutkan, tudak menutup kemungkinan kan, bahwa kedepan bupati-bupati selanjutnya akan mengubah nama gedung fasilitas negara juga," pungkasnya.