Kelas Edukasi Kemendikbud. (Foto: Kemendikbud)
Kelas Edukasi Kemendikbud. (Foto: Kemendikbud)

Seleksi program Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dibuka tanggal 21 September hingga 3 Oktober 2020 lalu. Saat ini telah terpilih 2.000 orang calon penerima Beasiswa Unggulan yang dinyatakan lolos untuk mengikuti wawancara.

Penanggung Jawab Program Beasiswa Unggulan Kemendikbud Musa Yosep, mengungkapkan, tolok ukur kelulusan peserta terletak pada kualitas prestasinya. Bukan banyaknya sertifikat prestasi saja, melainkan sejauh mana kualitasnya.

Baca Juga : Wujudkan SDM Unggul, SMK di Kabupaten Malang Bakal Dicetak Mahir Teknologi Komputer

"Meski jumlah sertifikatnya sedikit, jika lingkup kejuaraannya tingkat nasional maka akan menjadi pertimbangan," ungkapnya saat memberikan arahan secara virtual.

Untuk program S1, panitia seleksi akan menilai keunikan dari keunggulan calon penerima beasiswa berdasarkan esai yang dikirimkan. Peserta tidak perlu memberikan proposal pengajuan studi layaknya skripsi, melainkan cukup dengan membuat esai yang bagus.

Menyambung hal itu, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbud Abdul Kahar, mengimbau kepada para pendaftar beasiswa untuk mencari karakteristik beasiswa yang sesuai dengan minat dan prestasi masing-masing. Lalu, temukan keunggulan diri. Kemudian, belajar dan biasakan menulis esai.

Pada bagian lain, Abdul Kahar menambahkan, perlunya calon pendaftar beasiswa untuk melakukan riset terhadap calon program studi, visi misi organisasi, tenaga pengajarnya, bahkan alam dan budaya yang dipilih sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Ia menyebut, tak sedikit mahasiswa yang kesulitan menjalankan perkuliahan karena sebelumnya tidak mengetahui hal-hal tersebut. "Ini bisa menghambat proses belajar," imbuhnya.

Senada dengan itu, Tenaga Ahli Komisi X DPR RI Mufarrihul Hazin, pada kesempatan yang sama mengingatkan, cara untuk memenangkan kompetisi adalah dengan memantaskan diri sebaik mungkin.

Beasiswa Unggulan, kata Mufarrihul, tidak hanya mencari orang yang cerdas secara akademik, melainkan juga orang yang cerdas emosionalnya, memiliki koneksi yang luas, soft skills yang mumpuni, berkarakter baik serta mampu merespons perubahan zaman.

Baca Juga : Lakukan Persiapan Matang, Rektor UIN Malang Optimistis Raih Sertifikat AUN-QA

"Masa depanmu, dirimulah sendiri yang tentukan. Pantaskan diri kalian untuk mempersiapkan masa depan yang gemilang," pesannya.

Program Beasiswa Unggulan mendorong putra-putri bangsa melanjutkan pendidikan tinggi jenjang S1, S2, dan S3 melalui perguruan tinggi terbaik di dalam maupun di luar negeri. 

Di luar dugaan, pada tahun 2020, terdapat 85.000 akun yang telah mendaftar di program Beasiswa Unggulan. 17.000 di antaranya telah memenuhi kriteria seleksi.