Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron saat diwawancarai. (foto/istimewa)
Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron saat diwawancarai. (foto/istimewa)

BANGKALANTIMES - Ada yang beda dengan penampilan seluruh pegawai Pemkab Bangkalan selama tiga hari. Mereka kini berpakaian ala santri. 

Penampilan ala santri itu terkait peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2020 yang jatuh tiap 22 Oktober. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan meluncurkan surat edaran mewajibkan agar aparatur sipil negara (ASN) mengenakan sarung saat ngantor.

Baca Juga : Enam Kali Beruntun, Pemkab Bondowoso Dapat Penghargaan WTP

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengatakan, mengacu pada kegiatan HSN tahun sebelumnya, pihaknya mengimbau ASN untuk menggunakan pakaian ala santri. "Persis dengan tahun sebelumnya. ASN mengenakan pakaian ala santri selama tiga hari ke depan, dimulai hari ini," kata bupati, Rabu (21/10/2020).

Bupati yang akrab disapa Ra Latif  itu menyebutkan, imbauan memakai busana ala santri itu untuk menghormati Hari Santri. Pasalnya,  Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan, terkenal banyak santri dan banyak pondok pesantren.

"Untuk itu, kami rayakan Hari Santri ini dengan menggunakan baju ala santri, mulai hari ini hingga Jumat mendatang," ujarnya.

Namun, perayaan tahun ini tentunya sangat berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya. Saat ini kondisinya sedang berada di tengah pandemi virus corona.

Baca Juga : Setelah Lockdown Seminggu, Kantor Camat Kedungwaru Beroperasi dengan Prokes Ketat

"Karna kondisinya covid, jadi kita terbatas. Entah nanti kita lihat konsepnya. Cuma yang pasti undangan sangat terbatas," imbuh Ra Latif.

Selain itu, Ra Latif berpesan kepada para santri agar tetap semangat dan giat belajar di pondok pesantren serta tetap patuhi protokol kesehatan. "Meski kondisinya pandemi, saya harap santri tetap semangat untuk belajar," pungkasnya.